Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me
Tak terasa sudah 4 bulan disini, dan pekan ini menjadi pekan terakhir. Entah kapan bisa kembali menikmati keindahan alam yang ditawarkan bumi horas ini. Semoga kedatangan ini bukan untuk yang terakhir kalinya, seperti jembatan terputus dalam foto. Belum puas sebenarnya mengeksplore kota ini, tapi langkah harus terus maju dan menuju kota selanjutnya. Dalam waktu 6 bulan, kali pertama dengan rute penerbangan terbanyak sepanjang hidup, cukup merasakan bagaimana rasanya hidup nomaden (berasa pengelana). 

Setiap kota memiliki perbedaan makna kata, karena itu lah yang menjadi keunikan dari kota Medan, mulai dari galon=pom bensin, tokohi=bohong, kereta=motor, teh mandi= teh manis dingin, klen=kalian, dll. Tanpa disadari saya suka menggunakan logat medan meskipun kedengarannya kurang pas heehe, maklum orang bugis bicara bahasa batak bedanya kayak langit dan bumi, tapi watak kerasnya sama (kata mamak ku ya), senang banget bisa tahu keunikan dari kota ini, besok-besok bisa dikira orang batak lagi kan, setelah dikira orang padang, siapa tau nanti ada pasien, tetangga, atau mungkin jodohnya, jadi lebih mudah menyesuaikan.

Medan, terimakasih telah menjadi tempat saya melanjutkan impian, terimakasih sudah bersahabat dengan perjalan kaki ini selama perjalanan dari mesjid raya medan sampai lapangan merdeka dikala ojek online dan bentor berjamur di pinggir jalan. Pengalaman yang gak akan terlupakan sih ini mah, ketemu orgil, jalan remang-remang dengan bangunan tua, sampe bertemu dengan pengemis sekeluarga. Tos dulu ama @septiaranichomariah yang udah sudi diajak jalan kaki 4 km. 


pintu depan masjid raya medan

betah banget di dalam sini

do'i capek bro abis jalan jauh, hampir 4 km

ketemu makanan ini gak mikir lagi langsung mampir

makanan favorit ini mah, kalau di Batam namanya Lok-Lok, gak tau deh kalau di Medan

Kelaperan, dan nunggu ini tuh lama banget.

Tidak banyak tempat yg bisa saya kunjungi, karena tujuan kesini adalah koas, sembari jalan-jalan. Alhamdulillah, Karena koas sudah berakhir saatnya melanjutkan perjalanan , Semoga Allah beri kesempatan lagi untuk menjelajahi kota ini,

Pamit ka'nah, jangang ki muddani, berrrattt. :)


Setiap orang tua mempunyai cara yang berbeda mengasihi anak-anaknya. Ada yang mendidik dengan lembut, tapi ada juga dengan disiplin yang kuat. Entah bagaimana kalian mendidik anak-anak kalian untuk menjadi orang yang bermanfaat. Dengan menjadi contoh atau mencari contoh yang lain untuk dijadikan panutan. Satu hal yang sering dilupakan orangtua, anak-anak kalian akan menjadi dirinya sendiri, menempuh jalannya sendiri, jatuh dan bangkit dengan caranya sendiri. 

Mereka bukan tempat pelampiasan keinginan kalian. Memaksakan kehendak harus begini dan begitu, harus melebihi orang tua dan keluarga, tidak ada yang salah, hanya cara yang baik bukan hanya menuntut tapi juga menuntun. Menjadi anak juga bukan hal remeh temeh, menjadi sarjana juga gak gampang, mencari pekerjaan apalagi, lamaran ditolak berkali-kali, ujian demi ujian tapi belum juga lulus, apakah setiap kegagalaan mereka kalian ada memberikan dukungan? Tidak, kalian justru menyalahkan atas kegagalan yg mereka alami, bukan kah itu lebih menyakitkan daripada kegagalan itu sendiri? Tidak heran jika anak-anak lebih nyaman berada diluar daripada dipangkuan orangtuanya, mungkin salah satunya karena orang tua enggan merangkul, mengenggam tangan anak-anaknya dikala jatuh. Satu-satunya penerang mereka telah padam. Jangan salahkan kalau anak-
anak kalian mencari penerang yang lain. 

Anak juga memiliki hak atas orangtuanya, bukan hanya orang tua kepada anaknya. Melalaikannya adalah jalan untuk menghancurkannya, na'udzu billah.

"Barangsiapa yang dengan sengaja tidak mengajarkan apa yang bermanfaat bagi anaknya dan meninggalkannya begitu saja, berarti dia telah melakukan suatu kejahatan yang sangat besar. Kerusakan pada diri anak kebanyakan datang dari sisi orangtua yang meninggalkan mereka dan tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban dalam agama berikut sunnahnya. "(Ibnu Qayyim al-Jauziyah)

"Anak adalah amanat di tangan kedua orangtuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dipahat dalam bentuk apa pun, mudah condong kepada segala sesuatu. Apabila dibiasakan dan diajari dengan kebaikan, maka dia akan tumbuh dalam kebaikan itu. Dampaknya, kedua orangtuanya akan hidup berbahagia di dunia dan akhirat. Semua orang dapat menjadi guru dan pendidiknya. Namun apabila dibiasakan dengan keburukan dan dilalaikan, pasti si anak akan celaka dan binasa. Dosanya akan melilit leher orang yang seharusnya bertanggung jawab atasnya dan menjadi walinya."(Imam al-Ghazali)

@muniba.mazari


Binjai, Februari 2018.
Hidup tanpa mimpi akan membuat kita tersesat, dan terlalu banyak mimpi tanpa berusaha hanya akan membuat kita berjalan ditempat-@muh_assad

"Tidak ada seorang muslim yang berdoa kepada Allah, yang doanya tidak mengandung dosa dan pemutusan hubungan persaudaraan kecuali Allah akan mengabulkan dengan tiga kemungkinan: memberikan yang diinginkan, disimpan (pahalanya) hingga di alam akhirat, atau diselamatkan dari bahaya yang mengancam." (HR. Bukhari) .

Bahwa Allah mengabulkan doa hamba-Nya dengan tiga cara, yaitu Yes, Not now and there is better option. 

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."(QS. Al-Baqarah:216)

Percayalah, Allah tidak pernah mengecewakan hambanya yang berdoa dan berusaha mewujudkan mimpi.

Lakukan semaksimal mungkin, sampai kamu tidak bisa melakukan apa-apa lagi, lalu pada titik ini, biar Allah yang melakukan apa yang tidak mampu kamu lakukan. Apapun hasilnya, adalah yang terbaik menurut-Nya.

"Biarkan waktu berlalu dengan segala suka dukanya. Lapangkan jiwa dalam menerima segala keputusan Tuhan. Janganlah bersedih karena kejadian yang menyakitkan, sebab segala peristiwa di dunia ini tidak ada yang kekal. Jadilah dirimu sebagai manusia yang tangguh terhadap segala cobaan dan tantangan, agar keberhasilan menghampirimu kelak. " (Imam Syafi'i) 





Medan,  8 Februari 2018.
Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia, dan keindahannya selalu membuat decak kagum akan kayanya alam negeri tercinta ini.  Untuk menikmati keindahan danau toba tidak hanya dari kota Parapat,  Bukit Indah Simarjarunjung merupakan salah satu tempat melihat Danau Toba dari sisi yang lain, di Parapat kalian bisa lebih dekat melihat keindahan danau, untuk melihat betapa luasnya danau ini kalian harus melihatnya dari Bukit Indah Simarjarunjung (tempat ini bia,,sa disingkat BIS).

Agar perjalanan lebih berkesan, kami memutuskan piknik dengan membawa makanan untuk makan siang, meskipun disana sudah tersedia warung makan. Kalian tidak akan kelaparan sekalipun tidak membawa makanan dari rumah, asal bawa duit aja hehehe, 

Kami berangkat dari rumah jam 06.30, karena perjalanan Binjai ke BIS sekitar 3-4 jam. Kalau kalian mau melihat sunrise bisa berangkat dini hari sekitar jam 01.00. Lamanya perjalanan ini seperti jalan pulang ke kampung. Baiknya kalian berangkat lebih pagi misalnya setelah sholat subuh karena Medan termasuk kota macet meskipun ya gak semacet Ibukota Jakarta, nah kalau macet bisa jadi seharian di perjalanan. Gak mau kan agenda jalan-jalan terhalang macet? makanya kalian harus berangkat lebih pagi, karena kami sempat terjebak macet meskipun gak terlalu lama. 

Setelah masuk di area Berastagi, jalan menuju ke bukit dengan tikungan tajam dan menanjak, sama seperti jalan menuju wisata di Gunung Kidul Jogja, rasanya nostalgia sepanjang jalan menuju bukit. Sepanjang jalan yang terlihat adalah perbukitan dengan hamparan hijau yang memanjakan mata, juga tampak perkebunan jeruk dan strowbery yang bisa kalian petik sendiri, wah pastinya seru banget bisa makan buah langsung dari pohonnya, eh tapi dipetik dulu ya hehehe.



diatas adalah spot-spot cantik yang ada di BIS



















“Kebahagiaan terletak jauh di dalam diri. Jika kita tak bahagia, maka kita tak cukup dalam menggali. Menurut Eric pendapat diatas tidak seluruhnya tepat, karena baginya “Kebahagiaan tak hanya berada dalam diri kita, tetapi di luar sana. Atau, lebih tepatnya, garis antara di luar sana dan di dalam sini tidaklah ditentukan setegas seperti yang kita kira” (hal.17). 

 Eric weiner mencoba mencari makna kebahagian dengan melakukan petualangan ke berbagai negara, Belanda, Swiss, Qatar, Bhutan, Islandia, Moldova, Thailand, India, Britania Raya, Amerika. Sebuah catatan perjalanan menemukan makna kebahagiaan pada tiap negara yang dikunjunginya, dituturkan dengan santai, kocak, dan konyol. Buku ini lumayan tebal, dan beberapa percakapan yang menurut saya tidak penting sehingga beberapa halaman saya lewatkan. Hal yg saya sukai dari buku ini adalah sudut pandang sains orang barat  tentang kebahagiaan dari setiap kota yang dikunjungi oleh Eric dengan menghadirkan riset ilmiah psikologi, neurologi, dan kutipan filosofi dari berbagai tokoh. Belanda merupakan titik awal perjalanan Eric. Sayangnya, Indonesia tidak termasuk dalam list perjalanan Eric,Kira-kira kebahagiaan negara Indonesia seperti apa ya? 

Setelah berkelana ke berbagai negara, Eric menemukan arti kebahagiaan dari setiap negara yang tersirat dalam judul bab buku ini.

Belanda: Kebahagiaan adalah angka
Swiss: Kebahagiaan adalah kebosanan
Bhutan: Kebahagiaan adalah kebijakan
Qatar: Kebahagiaan adalah menang lotre
Islandia: Kebahagiaan adalah kegagalan
Moldova: Kebahagiaan adalah berada di suatu tempat lain
Thailand: Kebahagiaan adalah tidak berpikir
Britania Raya: Kebahagiaan adalah karya yang sedang berlangsung
India: Kebahagiaan adalah kontradiksi
Amerika: Kebahagiaan adalah rumah. 



"Semua negara yang menderita mirip satu sama lain; negara-negara yang bahagia merasakan kebahagiaan dengan caranya sendiri-sendiri." hal 485 _

 

dok.pribadi
Setelah hampir 2 bulan tinggal di kota ini, akhrinya saya bisa menginjakkan kaki di salah satu icon bersejarah di Medan. Saat memasuki gerbang mesjid, hati ini terus mengucap takbir ketika sampai pada tempat ini. Mesjid Raya Al-Mahsun yang dibangun oleh Sultan Maimun al Rasyid Perkasa Alamsyah IX begitu megah dengan 4 serambi utama yang menjadi tempat pintu  utama masuk ke mesjid. Terdapat pula 2 menara yang  menjulang tinggi  di belakang mesjid, membuat mesjid ini semakin megah dibanding istana Sultan Maimun yang terletak tidak jauh dari mesjid ini. 

Mesjid Raya Medan dibangun selama 3 tahun lamanya, dimulai 21 Agustus 1906 dan selesai 10 september 1909. Arsitektur bangunan mesjid ini perpaduan timur tengah, india, dan spanyol. Dengan design yang berbeda dari mesjid pada umumnya, mesjid ini berbentuk segi delapan dengan 4 serambi. Kemegahan mesjid ini bukan hanya tampak dari luar, namun juga dibagian dalam terdapat 8 pilar yang menyanggah kubah utama pada bagian tengah. Mesjid Raya Medan menjadi bukti peninggalan sejarah suku melayu, Kesultanan Deli, Kota Medan.

dok.pribadi

dok pribadi
dok.pribadi


Untuk sampai ke mesjid ini sangatlah mudah, karena letaknya di pusat kota sehingga mudah diakses bagi kamu yang hendak sholat atau ingin mengunjungi wisata religi di kota Medan. Beberapa wisata yang berada disekitar mesjid adalah Istana Maimun dan Rumah Tjong A Fie. Untuk sampai ke Istana Maimun kamu cukup berjalan kaki, karena jaraknya tidak jauh dari Mesjid, atau kalau cuaca sedang terik gak perlu khawatir karena becak motor berjejeran di depan gerbang masjid siap mengantar kalian sampai ke tujuan.  

Setelah puas mengambil gambar masjid dari setiap sudut, adzan berkumandang, saya bersama seorang teman yang tampak anggun dengan jilbab rubiah cantik yang ia kenakan (sebut saja namanya Tia), segera mangambil wudhu di gedung tertutup yang terpisah dari masjid, sebenarnya kurang nyaman buat perempuanm karena harus menitipkan sepatu ke tempat penitipan yang letaknya jauh dari tempat wudhu, sehingga aurat  (kaki) bisa saja tampak oleh yang bukan muhrim saaat berjalan ke masjid, nah untuk memudahkan kita buat perempuan yang ingin berwudhu dan gak ribet copot kos kaki, sekarang ada kos kaki dan legging wudhu bebas ribet 

Kenyamanan berada ditempat ini membuat kami betah berlama-lama hingga lupa untuk menjelajahi wisata lainnya yang berada disekitar masjid, karena cuaca sedang mendung kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju Istana Maimun, dengan berjalan kaki kami menemukan banyak hal dan  berinteraksi dengan masyarakat kota Medan. 

Nah, buat kalian yang sedang dan akan berlibur di Medan, jangan lupa mengunjungi icon bersejarah di kota ini, salah satunya mengunjungi Masjid Raya Al-Mashun. Karena belum ke Medan kalau klen belum ke sini.

dok.pribadi

dok.pribadi

dok.pribadi
dok.pribadi


Masjid Raya Medan dibangun selama 3 tahun, yaitu mulai tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H) dan selesai pada tanggal 10 September 1909 (25 Sya;ban 1329 H) sekaligus digunakan sebagai tempat shalat Jum’at pertama kalinya di masjid ini.

Sumber banjarwangi.com: Sejarah dan pesona Masjid Raya Medan yang menakjubkan http://wp.me/p6E2N9-rr
Masjid Raya Medan dibangun selama 3 tahun, yaitu mulai tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H) dan selesai pada tanggal 10 September 1909 (25 Sya;ban 1329 H) sekaligus digunakan sebagai tempat shalat Jum’at pertama kalinya di masjid ini.

Sumber banjarwangi.com: Sejarah dan pesona Masjid Raya Medan yang menakjubkan http://wp.me/p6E2N9-rr
Masjid Raya Medan dibangun selama 3 tahun, yaitu mulai tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H) dan selesai pada tanggal 10 September 1909 (25 Sya;ban 1329 H) sekaligus digunakan sebagai tempat shalat Jum’at pertama kalinya di masjid ini.

Sumber banjarwangi.com: Sejarah dan pesona Masjid Raya Medan yang menakjubkan http://wp.me/p6E2N9-rr
Perjalanan hidup tidak pernah menemukan titik, kalau titik berarti hidup sudah selesai. 

Kita akan terus menemukan koma atau lanjut. Sama seperti menemukan teman, setiap teman akan berakhir dengan koma. Teman SD bisa jadi teman SMP, bisajadi Teman SMA lagi, bisa jadi lanjut jadi teman Kuliah, kemudian teman karir, bahkan bisa jadi teman hidup.

Ternyata setiap fase hidup kita, dari bayi, anak-anak, sekolah TK, SD sampai kuliah dan kerja, masing-masing memiliki teman seperjalanan. Mulai dari teman main boneka, teman cabut dari kelas, teman jalan-jalan, teman ngerumpi, teman belajar, teman nulis, teman berdiskusi tentang hidup, sampai akhirnya teman yang bisa jadi segala hal bermuara padanya.

Let's make it simple.

Menurut saya teman itu tidak selalu ada pada setiap kondisi kita, tapi pada setiap kondisi punya teman perjalanannya masing-masing.

Biar kita gak selalu mikir teman baik itu selalu ada, yang sebenarnya adalah kondisi yang memilihkan teman terbaik untukmu.

Bagaimana dengan sahabat? Sama sih, hanya saja kualitas pertemanan yang solid dari fase ke fase kehidupan selanjutnya, ia ada pada setiap kondisi terbaik dan terburukmu. Sahabat, tumbuh bersama. 



#30haribercerita #temateman 

teman koas

teman main :)

teman nulis

teman visioner



teman hidupnya masih dicari hehe







Tulisan ini bisa dibilang latepost kali ya, tapi gak papa yang penting bisa berbagi cerita tentang perjalanan blusukan kami selama 3 hari 2 malam di Bintan.

Perjalanan kali ini bersama teman organisasi, Septi dan Kak Serik. Misi kita ke bintan sebenarnya bukan hanya jalan-jalan, melainkan berkunjung ke Sekolah Luar Biasa (SLB N 2 ) di Tanjung pinang. Tapi sayang banget donk ke Bintan gak ke tempat wisatanya. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa 2 motor, dengan alasan budget dan lebih fleksibel pake motor kaalau mau jalan-jalan, biar terasa jadi backpacker ala-ala gitu. Heheh

Demi menghemat budget, saya pun mencari informasi tentang penyewaan motor termurah di sekitar pelabuhan ferry tanjung pinang, untung saya bergabung dengan blogger kepri jadi bisa dengan mudah mendapatkan informasi penyewaan dari para travel blogger kepri. Dapat deh 70rb perhari di Rental Rindu namanya, kalau mau ke sana bilang aja sama tukang ojek ke alamat rental rindu dekat kantor BPJS.

Karena rental murah meriah, jadi wajar aja sih cuma dapet helm tanpa kaca, tanpa STNK, dan plat motor mati sudah bertahun-tahun,  kayaknya semua motor yang direntalkan spek nya seperti itu. Yah mau gimana lagi udah booked via wa, dan kami juga butuh motor rental murah, mungkin emang dapat kayak gini kali ya kalau murah, hahahaa. Gak papa jalan aja dulu, kalau ada apa-apa kita tinggal hubungi nomor di kartu nama yang diberikan oleh perental. Tapi, tetap aja uring-uringan setiap melihat polisi melintas.

Setelah misi utama terlaksana, kami pun membuat bucket list tempat yang akan kami kunjungi selama 2 hari di Bintan. Nah, berikut ini wisata yang lagi hits di bintan dan harus kamu kunjungi kalau berlibur di Bintan.

Hari kedua di Bintan...

Sabtu pagi kita berkunjung ke SLB, jadi sabtu sore kita mulai perjalanan menuju destinasi pertama ditemani Kakak Nisa, beliau salaah satu guru idola para anak-anal SLB,  semangattt teruss ya bu guru :)

1. Pemancingan Poyotomo

Tempat pemancingan ini terletak di kaki gunung Bintan, perjalanan yang sangat jauh kami tempuh selama 2 jam dengan motor, panasnya terik matahari tak membuat semangat kami ciut, dan yap bener bangett, rasa lelah bercampur lapar ternyata dikalahkan dengan pemandangan seindah tempat ini, adem. Untuk tiket masuk 10rb/orang, kalian juga bisa camping sambil mancing di sini. Tempat ini rekomendasi banget dehhh buat komunitas/keluarga kalian yang mau  camping ceria, tempat asri ini dilengkapi dengan mushola, toilet bersih, dan penyewaan pondok.
 

Pemandangan Pemancingan Poyotomo Bintan 






teman seperjalanan #suqrosquad


2. Bukit Pasir Busung Bintan

Tempat wisata yang kami kunjungi berikutnya adalah bukit pasir Busung Bintan,  hampir satu jam dari destinasi pertama.  Biaya masuk gratis karena waktu itu kami datang saat senja sebentar lagi tenggelam, hampir magrib guys. Kami terlalu pewe di tempat sebelumnya. Nah, disini bukan hanya gurun pasir yang terhampar luas seperti di Mesir, tapi juga spot berfoto dengan figura unta, jadi seperti fahri sedang mencari aisha di tengah-tengah gurun pasir dan hanya ditemani unta , heheheh anggap aja begitu ya. Bukan hanya itu, mata juga dimanjakan dengan pemandangan Telaga Biru,  dan banyak spot foto yang instgramable buat kalian yg mau Ootd.

Bukit Pasir Busung Bintan ©sakurasarni.com





3. Pantai Trikora Bintan
Anak pulau gak akan bisa jauh dari pantai. Pantai ini menjadi pantai terfavorit di Bintan karena sepanjang bibir pantai dihiasi bebatuan besar yang menjadi ciri khas dari pantai ini. Pantai trikora mirip banget dengan pantai di Pulau Berhala, atau pantai di Bangka belitung karena bebatuan di sepanjang bibir pantai yang membuat tempat ini menjadi tempat favorit berlibur. Biaya masuk juga gratis, karena kami datang lebih awal, jam 9.30 kami tiba di lokasi.  
Pantai Trikora ©sakurasarni.com



Bersama adik-adik SLB N 2 Tanjung Pinang dan Bu Guru Nisa 





Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate

.

IBX5A8FCDBFEF8FC