Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

[CERPEN] ~Bad Dream~



By  Sarni Kurniati     3/31/2011 07:15:00 AM    Labels: 

 
"Tidaaaaakkk... !!!" teriakku memecah keheningan malam
Aku terbangun dari mimpi. Dengan sigap aku meraih secangkir air disampingku lalu meneguknya hingga tak ada air lagi untuk satu teguk. Berkali-kali terucap istighfar keluar dar mulutku. Kali ini aku bermimpi sangat buruk, adakah pertanda dari mimpiku ini ?, Tuhan ... semoga semua ini hanya bunga tidur. Ajakan untuk MemujaNya dikala gelapnya malam dan diantara mimpi para hamba yg terlelap tidur tiba-tiba menggerakkan kakiku  untuk segera  berwudhu dan berdoa, berharap Tuhan melindungiku dari segala mimpi buruk ini. Dengan hati yang masih terselimuti rasa takut aku kembali merebahkan tubuhku yang lemas kekasur empuk, dan kembali memejamkan mata hingga pagi menyapa.
Seperti hari biasa, kali ini aku melangkah ke istana ilmu yakni sekolahku tercinta. Sebelum masuk kedalam garis pagar sekolah terlebih dahulu aku mengucapkan BISMILLAH berharap hari ini kulalui dengan penuh senyuman dan melupakan mimpi tadi malam yang menggerogoti pikiranku. Hari ini tak biasanya aku berdiam diri di perpustakaan. Melihat perubahanku yang drastis tentu menimbulkan tanya dilubuk hati sahabatku, icha. Dia selalu berusaha bertanya atas perubahanku namun aku tak memberikan jawaban se-kata pun.
"Sar, ada apa denganmu? Kalau ada masalah cerita dong" kelima kalinya sahabatku bertanya sembari menodorkan kuaci ke depan mataku. Karena kuaci merupakan cemilan kesuakaanku dengan sigap kuraih kuacinya dan melahapnya.
"Cha, kamu percaya mimpi ?" sambil makan kuaci.
"Memangnya kenapa? Hari gini, percaya dengan mimpi? Kalau aku sih mimpi itu hanya bunga tidur" jawabnya sembari menyita kuaci ditanganku.
"Semalam aku mimpi buruk, Cha. Dan ini yang ke dua kalinya aku mimpi hal yang sama" tuturku sembari berjalan menuju jendela, menatap lapangan sekolah dari ketinggian.
"Mimpi apa? kok bisa dua kali?" menghampiriku dengan membawa sisa kuacinya.
"Aku tak tahu, pokoknya mimpi ku ini sangat buruk, sulit untuk kuceritakan padamu”
“Kedengerannya mimpimu sangat buruk, kamu takut kalau mimpimu itu jadi kenyataan?” tanyanya lagi sembari menatapku heran.
“Tidak, aku hanya penasaran saja, kenapa aku bisa mimpi yang sama dua kali?” jawabku pun heran dengan perasaanku yang sebenarnya semakin dibalut rasa takut.
“mungkin hanya kebetulan mampir, jangan terlalu dipikirkan, Sar. Percayalah, semua akan baik-baik aja kalau kamu memetik nilai positif dari mimpimu” ia menatapku dan membopong tubuhku kepelukannya seolah-olah dia tahu kalau aku sedang menutupi ketakutanku.
“Icha benar. Kalau aku semakin takut, maka mimpi itu akan semakin menggerogoti pikiranku. Aku harus buang rasa takut itu” gumamku dengan pede bersumpah dalam hati ketika melepas pelukan Icha.
Setelah mendengar kata Icha, aku merasa lebih tenang. Lalu, kami meninggalkan perpustakaan dan menuju kantin untuk melepas dahaga setelah menghabiskan sebungkus kuaci. Di kantin, aku melihat Irfan  yang tengah melahap mie ayam dipojok ruang kantin. Diam-diam aku mengaguminya, sejak kali pertama mengenalnya waktu kami menjalani Masa Orientasi Sekolah. Dia juga siswa yang cerdas di kelasku, XI-IPA 1. Tapi, aku tak kuasa untuk mengutarakannya, bahkan mendekatinya pun aku tak sanggup karena aku tahu Icha juga menyukai Irfan. Aku dan Icha sudah bersahabat sejak kecil dan aku tak ingin hanya karena cowok, kami harus mengorbankan persahabatan yang kian lama terjalin. Diujung lamunanku, tiba-tiba Icha mengagetkanku dengan secangkir minuman teh gelas yang dingin. Sontak , akupun memberikan respon dengan mengucapkan nama Irfan. Mendengar responku, Icha pun tertawa meruak. Seraya berkata.
“Lho… kok Irfan? Emm… kayaknya ada yang lagi mikirin Irfan nih!” ledeknya
“Siapa juga yang mikirin Irfan, dasar budeg. Hehe….” Tuturku mencoba menghindar dari perkiraannya.
Aku meninggalkan Icha yang tengah asyik minum dan menuju kelas.
“Dasar lata” balasnya dengan suara bernada tinggi, sepertinya dia kesal karena ledekanku.
Segera Icha menyusulku karena bel masuk telah terkumandangkan dengan nyaring.

***
Dua bulan sudah, kuceritakan mimpiku ini pada icha, aku menjalani hari-hariku tanpa rasa takut. Tapi, entah kenapa, Hari ini aku tertidur ketika guruku sedang menjelaskan pelajaran. Dalam tidurku, aku kembali bermimpi hal yang sama dan ini ketiga kalinya. Kali ini, aku berada diruang yang sangat gelap, perlahan timbul  titik cahaya yang kian menyilaukan mataku, tiba-tiba ada seseorang menarikku menuju asal cahaya itu dan mengempasku hingga aku tak sadarkan diri, setelah itu tak ada lagi, aku hanya mendengar Icha yang memanggilku dan mencoba membangunkanku. Alangkah terkejutnya aku, ketika membuka mata, tampak olehku tubuh yang sangat kekar dari jarak yang amat dekat dan ternyata dari tadi menungguku bangun. Dia adalah guru bahasa inggrisku, Pak Wanto. Aku harus keluar dari kelas Karena aku tidur pada jam pelajarannya. Sungguh malang nasibku hari ini. Tak ada tujuan lain selain ke kantin,. Aku mencoba kembali mencerna mimpi tadi, berusaha menemukan titik kebenaran dari ketiga mimpiku ini. 


Sakura Salsabila
Jambi, 310311

About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate