Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

[CERPEN]MeNunGgU Du4 P3l4Ng!



By  Sarni Kurniati     3/16/2011 05:41:00 AM    Labels: 

Duduk termenung melihat indahnya lengkungan  pelangi  menghiasi langit berawan, sendiri ditemani gerimis. Ditengah lamunanku aku teringat petuah yang mengatakan bahwa setiap lengkungan warna pelangi ada sosok bidadari menari diatasnya, mengintip kehidupan manusia dibalik awan. Aku tertawa geli mengingatnya.
“Apakah iya ada Bidadari dibalik pelangi?” gumamku sembari  menatap  pelangi diantara gumpalan awan.
Aku meninggalkan tempat dimana aku duduk seiring hilangnya pelangi dipelupuk mata. Diperjalanan aku masih terbayang saat petuah itu menghampiriku, kali pertama aku duduk dibangku SD. Aku memang anak yang sangat berantusias ingin mengetahui  ruang lingkup pelangi, sampai-sampai aku selalu menunggu pelangi muncul setiap sore dibawah pohon pelangi. Pohon pelangi merupakan pohon tertua di Taman, pohon ini juga yang telah menemaniku menunggu pelangi dari aku kecil hingga aku duduk dibangku SMA. Beranjak dari lamunannku, seorang lelaki berkemeja hitam sontak menghampiriku.
“Kamu Angel, kan?” tanyanya sembari menodorkan tangannya. Dengan segera aku menerima jabat tangannya.
“Iya, aku Angel” jawabku
“Aku Jay,Maaf atas kelancanganku menghampirimu, tapi sebenarnya aku sudah lama ingin berkenalan denganmu karena setiap ke Taman aku selalu menemukanmu duduk dibawah pohon sambil menatap kelangit dan sepertinya yang kamu tatap itu adalah pelangi, benarkah?”
“Iya. Aku memang sering ke Taman” jawabku singkat
“Sejak kapan kamu tertarik pada pelangi?” tanyanya lagi.
 “Sejak kecil. Setiap hujan gerimis aku selalu menunggu dibawah pohon, berharap warna pelangi muncul dan menghiasi lingkungan langit”.
“Apa yang membuatmu menyukai pelangi sehingga kamu merelakan waktu demi menunggu pelangi muncul dari petak umpetnya?” lagi-lagi dia bertanya
Berhenti sejenak disaat dia lontarkan pertanyaan itu padaku. Aku tak tahu harus mulai dari mana menceritakannya, jantungku mulai berdegup kencang saat aku menatapnya. Tatapannya tajam setajam mata Elang. Sepertinya ada sesuatu jarum yang mengenai ulu hatiku tapi tak perih melainkan geli yang kurasa.  “Inikah yang namanya cinta pandang pertama?” gumamku. Tapi belum sempat aku menjawab tiba-tiba telphon selulerku berdering, itu tandanya waktuku sudah habis berada di Taman.
“Maaf, aku harus pulang”  sambil melangkah “kita sambung besok sore”  lanjutku sembari membalikkan badan dan melaju sejauh-jauhnya.
Kulihat dia masih berdiri kebingungan dari kejauhan. Aku berharap dia akan datang besok sore ke Taman.

***

Sore hari di Taman. Seperti biasa aku menunggu dibawah pohon pelangi. Kali ini bukan hanya menunggu Pelangi yang kan menghiasi bumi tapi aku juga menunggu pelangi jinggah yang kan menghiasi warna-warni hati dan hidupku. Alangkah bahagia hidupku kalau memiliki dua pelangi, dengan penuh harapan aku duduk manis diatas kursi bambu yang kian tua. Hari semakin gelap tapi pengaharapan ini tak kunjung jua bersua.
Ini sore ketigapuluh aku menunggu kemunculan dua pelangiku. Aku mulai gelisah dengan penantian ini, penantian panjang dan semoga tak berakhir sia-sia. Berulang kali kutengadahkan tangan berharap gerimis turun menjamahku. Tapi lagi-lagi aku harus menelan pahitnya kekecawaan. Aku tak menemukan jay di Taman begitu pula dengan pelangi yang menari dibalik awan.





***

About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate