Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

[CERPEN] ~Si Mungil Besta~



By  Sarni Kurniati     3/14/2011 01:18:00 AM    Labels: 



Melihatmu terpampang manis bersama teman Sekoncomu disebuah toko, aku tertarik untuk mengenalmu lebih dekat. Namun butuh banyak pengorbanan untuk mendapatkanmu. Tubuhmu yang mungil dengan balutan warna black kesukaanku, menyihirku untuk segera memilikimu. Tak pikir panjang. Akhirnya, akupun mempersuntingmu. Aku mengeluarkan uang yang cukup menguras dompetku tapi aku tak memperdulikan hal itu yang terpenting adalah Kamu sudah menjadi milikku.
Hari ini aku sangat senang, ingin segera kupamerkan kamu dihadapan teman-temanku. Mereka pasti akan iri melihatku memilikimu, secara kamu itu adalah Kamus Elekronik dan banyak diantara temanku belum pernah menggunakanmu. Kamu memang sangat berharga untukku,Besta. Kamu mengajariku bagaimana caranya belajar Bahasa Inggris tanpa memberatkan tasku, selain itu juga kamu membantuku menghitung setiap membahas soal Matematika, Fisika, Kimia. Bahkan membantuku menghitung Pengeluaran setiap bulan. Oh…Besta sungguh kamu memang mungil tapi manfaatmu sangatlah besar.


***

Satu tahun sudah kamu menemaniku, Tapi, aku sedih. Kini tubuhmu yang mungil itu harus kehilangan satu anggota tubuhmu, maafkan aku yang tak berhati-hati menjagamu. Setiap hari kamu hilir mudik ditangan orang lain yang tak bertanggung jawab selama meminjammu. Meskipun begitu, kamu masih bisa diandalkan untuk menemaniku main game dan mencari kata-kata asing yang kutemui setiap pelajaran Bahasa Inggris. Awalnya aku tak suka  pelajaran  Bahasa Inggris. Tapi, setelah ada kamu, aku semangat untuk belajar bahkan jika lulus nanti aku ingin kuliah di Jurusan Bahasa Inggris dan itu semua berkat kamu.
Sekejap semangat itu hilang disaat aku melihat tubuhmu telah hancur berkeping-keping. Entah apa yang terjadi, semua ini karena kecerobohanku. Lagi-lagi aku harus kehilangan, dan kali ini kamu tak bisa menemaniku lagi. Aku sedih, terpukul dengan kepergianmu. Melihatku menangis Ayah memnghampiriku.
“Kenapa menangis, Nak?” Tanya ayah sembari menghapus basahan pipiku.
“Ayah, kamus yang dinda beli saat ayah memberikan uang gaji Ayah sekarang tak bisa dipakai lagi. Maafkan dinda, Ayah” jawabku tersedu-sedu.
“Sudahlah, kan bisa beli lagi yang lain” bujuk ayah.
“Tapi ... kamus elektronik ini dinda beli  dari hasil kerja keras ayah. Dinda tak ingin menyusahkan Ayah” ujarku sembari memeluk tubuh Ayah yang membungkuk.
“Tak apa, nanti Ayah akan belikan kalau sudah ada uang. Jangan sedih, Nak” bujuk ayah lagi dengan mengelus rambut ikalku.
Mendengar ucapan Ayah, aku merasa sangat bersalah. Selama ini, aku tak pernah memikirkan kerja keras Ayah. Tapi kamus ini tetap saja tak bisa tergantikan. Meskipun hanya sebuah kamus elekronik yang tak mampu berjalan, tak bisa berbicara layaknya manusia, tak dapat menghapus air mataku dikala kesedihan menyelimuti hatiku. Tapi kamus ini  telah banyak membantuku setiap mengalami kesulitan.



 Sakur@ Salsabil@
Jambi,160311





About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate