Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Bintangku Kian Redup(Diikutkan dalam Perang Bintang)



By  Sarni Kurniati     4/19/2011 02:44:00 AM    Labels: 

Bintangku Kian Redup
 By Sarni Al-boegisy



Malam Hari, Di Bukit.
"Maukah Ibu menemaniku menghitung bintang?" tanyaku pada ibu sembari menyandarkan kepalaku dipelukannya.
"Tentu saja, Anakku" jawab ibu sembari mendaratkan kecupan dipipiku.
"Baiklah, dinda menghitung sebelah kanan sementara Ibu sebelah kiri" ucapku.
Aku dan Ibu mulai menghitung dan sesekali aku larut dalam pelukannya karna ketakutanku pada kilat yang menyambar bintang.
"Dinda punya bintang spesial untuk Ibu, bintang ini lain dari yang lain dan lebih terang dari bintang dihadapan sekarang, dan suatu saat nanti dinda akan memetiknya untuk Ibu. Maukah Ibu menerima bintang dariku?" tanyaku sembari menatap wajahnya yang kian renta.
"Tentu Ibu menerimanya."
"Bintang itu adalah dia" tuturku sembari menunjuk bulan purnama diantara bintang.
"Kau tak perlu memetik bintang hingga ke angkasa untuk Ibu karena bagi Ibu, kaulah bintang yang teramat sangat terang di dunia, dan Ibu takkan bisa hidup tanpa kau disisi Ibu" ucap Ibu bernada gemetar.
"Benarkah?" aku memeluk Ibu sangat erat. "Ibu janji tak akan meninggalkan ku lagi kan?" tanyaku.
"Ibu janji tidak akan meninggalkan Bintang hati ibu sendiri lagi, dan akan menemaninya  layaknya Bintang dan bulan yang selalu menemani malam, dan  matahari dikala pagi menyapa hingga Dunia tak berputar lagi. Ibu akan selalu disampingmu, Bintangku" ucap Ibu bernada serak.
Terdengar olehku isak tangisnya. Ibu merangkulku erat dan berusaha membendung bulir air mata yang kian menyucur membasahi pipinya hingga air mataku pun jatuh membasahi lengan bajunya. Pelukannya yg hangat membuatku terlelap.
Pelukan Ibu tak terasa hangat lagi. saat aku membuka mata, kulihat diriku sendri diselimuti kabut ditengah hamparan dedaun hijau, Bukit Bintang ,tanpa ditemani Ibu, Tanpa ditemani Bintang. Hanya secarik kertas yang tertinggal ditangan kananku yang bertuliskan "Ibu, akan selalu menjadi bintang dihatimu". Tapi,  Bintang itu kini telah redup seiring kepergianmu, Ibu.

About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate