Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Kasihmu Di Pagi Itu



By  Sarni Kurniati     12/05/2011 05:46:00 AM    Labels: 
Pagi itu,
Semua berkumpul di ruang keluarga yang juga menjadi ruang makan karena sedang ramainya di rumah sehingga membuat kami harus sarapan di ruang keluarga sambil menonton siaran TV. Ayah, Ibu, Adikku, dan sanak saudara yang datang dari kampung. Semua tengah menyantap sarapan pagi. Kebersamaan teramat langkah kutemukan pagi ini. Pagi yang nyaris tak pernah kurasakan selama enam belas tahun.
Aku tak ikut bergabung makan bersama dengan mereka, hanya sebentar, karena aku harus beranjak ke sekolah.
Ibuku, Kulihat ia berdiri mengangkat wajan untuk memasak sesuatu. Entahlah, setahu aku Ibu tidak pintar dalam hal memasak. Bahkan mengadukpun masih terlihat kaku. Tapi di dalam dunia bisnis, dialah Wanita Carier, Perempuan tangguh sejagat raya.
"Sarni, mau bawa bekal apa ke sekolah?" tanya ibuku sembari mengaduk wajan, entah apa yang tengah diaduknya.
"Tak usahlah ma, sarny sudah telat." aku menjawab sambil tanganku lihai memasangkan sepatu ke kakiku.
"Tapi, di sekolah ada warungkan? Jangan lupa makan nasi dulu baru jajanan yang lain." Nasihat Ibuku masih seperti yang dulu saat aku duduk di bangku SD, dan aku baru mendengar kembali nasihat itu sekarang selama duduk di bangku SMA.
Aku mengintip ke dalam wajan. Aku mau mencicipi sedikit makanan dari hasil adukan tangan Ibu. Memang yang meracik masakan itu bukan asli tangannya, Ibu hanya memanaskan makanan yang dia tahu adalah makanan kesukaanku. Ah, Ibu tahu saja kesukaan anaknya. Padahal, jika melihat kesibukannya setiap hari mungkin tak pernah terlintas di benaknya tentang apa yang kusuka. Ternyata, meleset dari dugaanku. Seorang Ibu selalu tahu keinginan anaknya, walaupun pekerjaan telah menyita waktu untuk selalu berkumpul bersama.
"Makan siang di sekolah kan? Jangan sampai Kamu kena penyakit maag, cukuplah ibu yg mengalaminya." Ibu duduk di hadapanku. Rasanya aku ingin memeluknya, merengek minta dicium seperti perlakuan adikku terhadap Ibu. Betapa perhatiannya ia pagi ini. Seumur hidup, baru kali ini dia yang menyiapkan sarapan untuk kubawa ke sekolah. Baru pagi ini juga Kalimat itu meluncur dari bibirnya.


21 NoVember 2011. I Love Mama.

About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate