Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Diary Math



By  Sarni Kurniati     1/22/2012 12:24:00 AM    Labels: 

Seratus Seumur Hidup

Matematika adalah momok yang menakutkan bagi para pelajar, dari anak SD sampai mahasiswa, sebagian mereka selalu berharap untuk tidak berjumpa dengan matematika, karena untuk menaklukkannya sangatlah sulit dan butuh pikiran yang ekstra kalkulator agar tidak salah menghitung dalam menjabarkan setiap persamaannya. Apalagi  jika mengenai Trigonometri, akupun secara pribadi angkat tangan dan kaki dari ruangan kalau belajar materi Trigonometri. Apalagi kalau guru yang mengajar tidak pernah menatap damai kepada kami semua.  Sumpah, asli bikin rambut keriting, mata pening, kepala pusing.
Sebenarnya matematika itu mudah, hanya saja guru yang menyampaikannya harus cocok dengan muridnya. Contohnya saja kisah aku waktu duduk di kelas dua MAN. Waktu itu sedang belajar matematika tentang limit fungsi trigonometri dan yang mengajar adalah kepala madrasah yang terkenal dengan sindirannya yang nusuk di hati. Dan aku disuruh mengerjakan soal di papan tulis. Aku yang saat itu tengah sakit gigi tiba-tiba mendadak sembuh. Apa karena gugup, takut salah, atau takut disindir dengan majas ironinya? Entahlah, semua bercampur aduk kayak rujak. Aku lebih bingung dengan apa yang kutulis, yang jelas akhirnya guruku tidak menyuguhkan majasnya melainkan hanya memperlihatkan rona wajahnya yang datar tanpa ekspresi. Dan itu bertanda bahwa yang kutulis benar adanya, tapi tetap saja aku tak mendapatkan feelnya alias tak mengerti apa yang kutulis di depan sana sebab itu bukanlah hasil dari kerjaku tapi aku menyontek teman sebangkuku. Karena kebodohan itu aku tak pernah mendapatkan nilai ulangan di atas enam puluh, bahkan pernah meraih nilai tak terhingga alias nilai nol koma . Bikin malu saja diriku. Padahal aku sudah belajar keras untuk bisa meraih nilai ketuntasan.
Untuk mendapatkan ilmu suatu pelajaran itu yang utama adalah kita harus menyukai gurunya. Tapi bagaimana caranya aku menyukainya kalau tiap bertemu saja kaki sudah gemetar? Aku tak pernah merdeka selama duduk di kelas dua gara-gara nilai matematika yang selalu anjlok.  Tapi sekarang, setelah naik ke kelas tiga dan Alhamdulillah gurunya bukan lagi kepala madrasah kami, tapi guru favoritku. Cara dia mengajar sangatlah berbeda 360 derajat dari guru yang mengajarku waktu kelas dua. Satu hal yang tidak akan pernah kulupakan sejak belajar matematika dengannya, yaitu kata bijak yang pernah dikatakannya “Jangan pura-pura tahu.” Dan memang kebanyakan kita yang bisa hanya mengetahui batang  tanpa mengenal akarnya. Setiap mengingat kalimat itu aku selalu bersemangat dan tidak akan jadi orang yang sok tahu.
Aku mencoba tuk mencari cara agar aku bisa mendapatkan hati matematika tanpa menyontek, dan ini semua tak terlepas dari bantuan guru matematika favoritku. Karena aku menyukai cara dia mengajar maka apapun yang disampaikan olehnya langsung terserap oleh otakku. Alhasil, saat ulangan materi program linier aku mendapat nilai good job alias seratus. Jujur, seumur-umur baru kali ini matematika dapat nilai seratus. Sumringah melihat hasil usahaku dengan tanpa menyontek.

About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate