Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Tentang Malam Ini



By  Sarni Kurniati     4/18/2013 09:48:00 AM    Labels: 
Aku menulis ini sambil memeluk beruang SyarHain dan sesekali melirik Fa.

Rasanya ingin menumpahkan segalanya sesuatu yg sakit di dalam rongga mediastinum. Malam ini semua terasa lelah, lelah menatap jalan berkabut, lelah melihat langit begitu jauh tuk disentuh, lelah dengan segala kondisi yang semakin buruk. Entahlah, rasanya ingin merekam segala tindakanku akhir-akhir ini di blog, ingin terus menulis, terus, dan terus menulis, hingga jari-jari ini rontok, tangan tak berotot, mata melotot, begitulah akhirnya. 

Mungkin karena aku rindu sama mereka, Mama, Papa. Terkadang aku bingung menetapkan panggilan untuk mereka, kenapa bisa begitu? Iya, bisa, karena kami tidak begitu akrab. sebutan mama dan papa terkesan manja, kapan ya aku bisa bermanja dg Mama? Entahlah.  aku tahu kesibukan mereka mencari nafkah untuk kami berdua, aku tak mau mengusik mereka dengan setiap malam menelpon mama,  cukup sekali kudengar kata itu keluar dari mulut Mama,

"Sarni gak usah nelpon terus, biar mama nanti yang nelpon."

Tapi nyatanya? Sudah sebulan mama gak ngasi kabar. Ma, Sarni kangen. Kapan sih kita terlihat seperti Anak dan Ibu? atau Seperti Sahabat? aku cemburu  melihat teman sekamarku setiap malam ditelpon oleh Ibunya, mengingatkan untuk makan, belajar, dan selalu menutup telpon dg ucapan selamat malam untuk orangtuanya. Kapan kita seperti mereka, Ma? Aku tahu kesibukan Mama telah menyita waktu bersama kami, aku akan mencoba mengerti Mama. Mungkin inilah cara Mama menyayangi Sarni, gak apa, yang terpenting aku sangat menyayangi Mama. 

Dan teruntuk Papa, lelaki yang paling kubanggakan dan yang paling kusayang didunia ini. Trimahkasih, karena telah melengkapai kekurangan Mama, ketika mama tak bisa membrikan waktunya untuk sebentar saja bersama kami, Papa selalu melengkapi. selalu ada ketika sarni sedih dan bahagia. 

Papa yang sangat sarni sayangi, jangan pernah tinggalkan kami lagi. Cukup kemaren, jangan pergi lagi . Karena kepergian papa bukan suatu kebaikan bagiku, tapi justru telah melumpuhkan sebagian hidupku. Kumohon, tetaplah bertahan hingga aku  meraih gelar dokter seperti yang Papa inginkan, hingga seorang pemuda datang kepadamu dan siap menjadi imamku, dan hingga maut menjemput kehidupan, kita akan selalu bersama.

Papa, maafin sarni jika selama ini selalu membuatmu khawatir. Maafin juga karena selama 18 tahun selalu menyusahkan Papa. Membuatmu selalu berpikir setiap malam bagaimana caranya membayar biaya kuliah hinga aku mendapatka gelar dokter. Pa, sungguh jika ini memberatkan papa. Dari awal sarni gak akan kuliah kedokteran dan dari awal juga sarni gak akan bermimpi menjadi dokter, sarni akan memilih menjadi guru, atau mungkin memilih stay menemani kalian mencari uang. Tapi sarni merasa menjadi satu-satunya tumpuan harapan Papa, dan harus berjuang mewujudkan harapan kalian tanpa kata berhenti dan pantang menyerah. Papa pernah cerita, bagaimana dulu papa berjuang untuk lulus kuliah, tapi karena biaya yang tidak mendukung akhirnya Papa memilih untuk kerja dan drop out dari bangku kuliah.Sekarang Papa gak mau itu terjadi pada kehidupan sarni, karena itu Papa berjuang untuk mempertahankan Sarni.  Syukron Pa...

Papa dan Mama segalanya dalam kehidupanku. Kalian tidak hanya seperti kunang-kunang, tapi sebagai tata surya yang mengelilingi hidupku dg seribu harapan. 

Dan aku takkan berhenti berjalan, akan terus berjalan, dan berjalan, hingga Tuhan mengijabah harapan kita pada satu titik temu,


Sarni menyayangi Papa dan Mama karenaNya....



    


About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate

.

IBX5A8FCDBFEF8FC