Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Tentang Nikmat-Mu



By  Sarni Kurniati     7/01/2013 08:09:00 AM     

Assalamualaikum, selamat datang Juli.

Alhmdulillah masih diberi nikmat iman dan ihsan hingga memasuki bulan sya'ban, udah gak sabar nih menyambut bulan penuh berkah RAMADHAN, dan bersiap-siap pulang kampung, bersua dengan Ayah dan Ibu yang sangat aku rindukan, adikkuu tersayang, dan keluarga di Jambi. Ya Allah sampaikan lah rinduku pada mereka lewat bisikan angin malam ini.

Aku ingin menceritakan sesuatu, dari ulat hingga kepompong, dari kepompong hingga kupu-kupu.

itu Aku.

gadis bugis yang mempunyai seribu mimpi dan harapan, dan Alhamdulillah, bulan ini (Two JU-JUNI JULI) adalah bulan pembuktian, apakah pembuktiannya? check this out...

Sabtu, 15 Juni 2013. at Mega Mall

Alhamdulillah, Allah SWT. memberikan kesempatan untuk mengikuti sebuah lomba bergengsi di batam, yaitu lomba membaca puisi antar kampus se Kepri. Sebenarnya, info ini aku dapatkan dari spanduk yang terpampang di seberang jalan kampus. Dua hari sebelum lomba itu dimulai. Dengan semangat tinggi, segera kuhubungi wakil rektor kami, kenapa bisa langsung ke beliau? karena sebelumnya beliau memintaku untuk mengikuti pelatihan jurnalistik se kepri d tanjung pinang, tapi karena saat itu aku lagi ujian blok dan tidak bisa ditinggalkan akhirnya kesempatan itu kuberikan kepada yang lebih berhak menerima kesempatan itu, awalnya kesel banget, secara ini pelatihan langka, apalagi se kepri. tapi ya udahlah, khusnuzon aja, Allah mempunyai rencana lain yang lebih baik menurutnNya. Terbukti, setelah beberapa minggu, aku mendapatkan info lomba puisi yg diadakan Badan Narkotika Nasional prov. Kepri, lalu menghubungi contact person yang tersedia di browsur, ternyata pendaftaran masih dibuka dan segera menghubungi WAREK kami, dan ternyata kampus belum mengutus mahasiswa untuk mengikuti lomba, dengan pedenya aku langsung membalas smsnya,

"Boleh gak sarni ikut lombanya Pak?"

"Apa gak telat pendaftarannya?"

dengan sigap aku langsung menekan keypad handphone ku,

"Masih bisa Pak, tadi sarni udah hubungi panitianya, tapi katanya peserta harus utusan dari kampus."

Aku menunggu hingga beberapa jam, belum juga ada balasan. Aku mulai pesimis, melihat waktu yang minim untuk latihan, dan naskah belum ada, sementara lusa besok siang harus tampil. Tapi, jiwaku tetap semangat, dan aku merasa ini adalah kesempatan emas bagiku, dan gak boleh menyia-nyiakannya lagi.

Aku terus menunggu, hingga menjelang magrib.

Tiba-tiba hp bergetar, gak sempat terhubung dengan penelfon, akhirnya aku menghubunginya,

"Siapa?" Tanyaku.
"Adek yang mau ikut lomba ya?"
"Iya" dengan panjang lebar kujelaskan niatku.

Rupanya dia adalah bang Alex, ketua BEM kampus kami, beliau menginformasikan untuk segera mempersiapkan diri tampil besok Jam 10  di Mega Mall.

Alhamdulillah, aku percaya pemberian Dia tidak pernah melengser. Ibarat kata, Rezeki itu gak kemana-mana kalau memang sudah keputusanNya.

Dan Akhirnya, singgahlah aku pada sebuah puisi berjudul "AKU MELIHAT MAYAT-MAYAT BERGOYANG DARI SAAT KE SAAT" sebuah sajak sang maestro penyair TAUFIK ISMAIL.


AKU MELIHAT MAYAT-MAYAT BERGOYANG DARI SAAT KE SAAT

Karya Taufik Ismail

Aku berdiri ditepi jalan raya kota besar yang lalu lintasnya padat
Dan aku melihat mayat-mayat

Aku berdiri di pinggiran kota kecil dimana pun tempat
Dan aku melihat mayat-mayat

Aku berdiri di pesisir ketika ombak ber[acu dengan cepat
Dan aku melihat mayat-mayat

Setiap sepuluh meter ke kiri, setiap sepuluh meter ke kanan
Setiap sepuluh meter kedepan, setiap sepuluh meter ke belakang
Di pusat belanja, di jalan raya, dirumah sakit, dirumah sehat
Aku bertemu mayat-mayat

Mayat-mayat itu belum masuk ke liang lahat
Mayat-mayat itu berdiri bergoyang-goyang dari saat ke saat

Kebanyakan muda-muda, belasan tahun dan dua puluh tahunan itu mayat

Mayat-mayat anak bangsa yang dicengkram madat
Mayat-mayat yang berdiri bergoyang dari saat ke saat
Dicengkram madat

Heroin, kokain, sabu, ekstasi, marijuna cair, serbuk dan padat
Yang disebar oleh bandar-bandar keparat
Yang dimodali oleh cukong-cukong betapa laknat
Yang dibekingi orang-orang bersenjata dan berpangkat

Aku dikerubungi anak-anak muda, yang sudah hampir mayat
Tapi masih bernafas satu-satu, sesaat-sesaat
Ada yang sakau, ada yang di tepi tebing sekarat

Aku pandangi satu-satu, mereka yang sakit berat
Mungkin ada anakku,keponakanku, tetangga RT-ku
Atau saudaramu yang dapat kau ingat

Lihat mata mereka yang kosong dari cahaya terhambar
Lihat tubuhh kurus,tulang berliput jangat
Lihat mereka yang sakau, menggelapar dan menggeliat
Seperti adiksi alcohol adiksi rokok, ketagihan ini luar biasa berat

Berkata seorang dari mereka " Omm mintakan maaf buat mama dan papa yang mengusir saya. Bulan depan selamanya berangkat."

Seorang lagi begini mengucap " Pakde, kok saya jadi begini. Tahun depan barangkali umur saya tamat. "

Air mataku tak bisa kuhambat
nafasku terasa tersumbat
dari jurang kehancuran, anak bangsa ini mari kita angkat

Inilah tugas luar biasa berat
Ini pun kini, kita sudah telat

Wahai orang-orang berpangkat, berhentilah menerima suap
Gunakan pangkat untuk membela anak-anak bangsa sebelum terlambat

Para bandar dan cukong, di dalam dan mancanegara
Kobaran api sebesar gunung, diliang lahat, panas tersengat gawat

Dari jurang kehancuran anak-anak bangsa ini mari kita angkat,
Sungguh ini tugas luar biasa berat..




Setibanya di Lokasi. Alhamdulillah, belum terlambat untuk registrasi ulang. dan akhirnya cabut undi, aku mendapatkan undian ke 17, yeahhh, nomor favorit ku semoga membawa keberkahan. 

Aku bergegas mengambil tempat di kursi shaf pertengahan, hey, aku kesini gak sendiri lho, tapi bareng teman baik ku yang cetar membahana bagai badai di padang pasir, she is named Dilla Syahrani, adiknya syahrini, hehehe peace :). 

Hal yang harus kalian ketahui selama perjalanan kami menuju kemari adalah, sesuatu yang tidak pernah kubayangkan, hey, kami diturunkan ditengah jalan oleh super taksi yangggggg arrrrggghhhhhh, nyebeliiinnn. dalam keadaan kami yang terburu-buru si sopir masih juga menagungkan emosinya. kalau tauuuu begini mending naik angkot, meskipun aku tahuuu membutuhkan waktu yg lama sampai ke lokasi. meskipun aku tahu bakal terlambat dan ah, pendaftaran pasti udah tutup. But, postif thinking. Allah lebih mengetahui kenapa si sopir menurunkan d tengah jalan di saat kami sedang terburu-buru. sesekali aku melirik dila, sembari berkata, 
"Dil, kayaknya telat deh, gak pa2 lah ya, kita nonton aja kalau emang begitu kondisinya" mencoba menguatkan diri tapi malah jadi pesimis begini. 
"Jangan gitu donk, sar. pasti bisa kok." ujarnya menenangkanku.

Hatiku berdoa, pasrah, mungkin ini titik kepasrahanku padaNya, Dia Maha Mengetahui dengan segala yang di bumi dan langit, jika Dia berkehendak tidak memberiku kesempatan mungkin ada kesempatan yang lain menanti. kuharap ini lah yang terbaik dariNya. 

Sepanjang perjalanan, selama itu pula aku melirik sopir angkot. Mungkin memang sudah saatnya berada di dalam angkot si bapak ini, menjadi salah satu penumpang yang mendatangkan rezkinya hari ini. Dan akhirnya, tibalah kami di ambang pintu timur Mega Mall. Mungkin ini salah satu trik ku menggodaNya, Sedekah, iya, sedekah itu bisa membeli keinginan, but tetap tujuan utama nya adalah mengharap ridhoNya, bukan semata mata karena lomba ini aku hendak bersedekah. Aku meronggoh kantongku, dan mengeluarkan selembar kertas dan memberikannya ke bapak sopir angkot.

"Kembaliannya untuk bapak aja." sambil menyodorkannya  ke bapak sopir angkot.
"Oh, makasih ya Neng."  Wajah kami menggurat senyum yang melengkung indah. Indahnya berbagi tidak bisa ditafsirkan oleh apapun, (bukan sombong yaaaahhh, tapi hanya ingin share pengalaman, dan mengajak pada kebaikan, so, gak ada unsur pamer sedikitpun dalam adegan ini).


Kulirik arloji di tanganku, pukul 10.30. WIB

All is well, kalau itu rezki yang ditakdirkan untukku, insyaAllah menunggu kehadiranku. Dan allhamdulillah ternyata registrasi ulangnya baru dibuka. Aku segera bergegas menulis nama di form pendaftaran ulang, dan aku mendapatkan nomor undian 17, sweet seventeen, my favorit number. Ada dua perlombaan, Festival Band and Poetry, penampilan dengan metode zigzag, penampilan pertama diawali dengan pembacaan puisi tentang NARKOBA, selanjutnya Band lalu puisi lagi, dan begitu seterusnya.

Takjub. Melihat penampilan para peserta baca puisi, keren banget, tapi insyaAllah saya bisa lebih keren dari mereka, *mencoba optimis untuk mengoptimalkan penampilan hari ini meskipun waktu latihan hanya 24 jam, tapi merasa sangat siap untuk tampil.

Niat, Ikhtiar, doa adalah sebuah kekuatan yang wajib dipadukan dalam sebuah perjuangan.

Setiap peserta membawa rombongan, nah aku??? rombonganku mana??? ah, gak usah risau, Allahu ma'ana. Allah bersamaku. Aku dan dilla saling menggurat senyum, 

"Gak pa2, gak ada supporter bukan berarti tidak semangat, buktikan kalau kita juga bisa meski tanpa teriakan supporter dari kampus kita," terangku.

And Then.... ternyata dari sobat-sobat forsima datang ingin melihat penampilanku, ahh, jadi terharuu deh sama kaliaannnn, makasiihh yaaa,,,atas dukungan kalian semua meskipun kalian gak sempat melihat penampilanku karena ada acara kajian di tempat lain, terutama buat kak Aida, kak wita, kak salina dan dilla, yang udah nemenin aku sampai aku tampil. Misss kaliannnnn....



Tibalah saatnya undian 17 menggema...

it's me....

Inilah Totalitasku

Dengan kostum serba gelap, jilbab, baju, rok serba hitam. Kenapa aku memilih kostum ini? karena melihat sudut pandang dari puisinya, adalah para pemuda yang berada dalam kegelapan. Selain itu karena aku memang menyukai warna hitam.

Perlahan kaki kananku menaiki tangga, dan ketika berdiri di tengah panggung, gerogiku hilang. Rasanya suhu tubuhku menyatu dengan suhu di atas panggung. Bismillah, dengan diawali salam, perlahan bibir ini mengucapkan setiap bait puisi penyair Taufik Ismail. 

dan ketika tiba pada bait ini....

Heroin, kokain, sabu, ekstasi, marijuna cair, serbuk dan padat
Yang disebarkan oleh bandar-bandar keparat
Yang dimodali oleh cukong-cukong betapa laknat
Yang dibekengi orang-orang bersenjata dan berpangkat.

Semua audienc tepuk tangan dan bersorak. Karena bait ini memang benar adanya. bahkan juri dan panitia pun tepuk tangan. Hingga dipengujung penampilanku, alhmdulillah, semua telapak tangan beradu saling menepuk. Ketika hendak kembali ke kursi, seseorang  yang duduk di belakang kursi kami memanggilku, 

"Kerennn... " ditambah dengan mengacungkan jempolnya.

Aku tersenyum dan mengangguk. Dan alhamdulillah Ikhtiar telah berkibar, tiba saatnya berdoa untuk segala hasil. 

Setelah tampil aliran darahku kembali normal, lebih plong. Tidak usah menunggu pengumuman lomba, insyaAllah rejeki gak bakal kemana, nanti juga mereka yang menghubungi langsung kalau memang menang. ngarep sihhh....

Sekedar mencairkan suasana, akhirnya memilih tawaf alias keliling dulu di distro mega mall, tepatnya di Rabbani, mencari jilbab untuk ponakan kak Salina yang imut imut imut banget, hemm, masih bayiii aja udah diajarin menutup aurat, lha diriku? waktu bayi diajarin apa ya? Ya Allah ampunilah diri ini, yang masih belum sempurna sebagai hambaMu. Semoga tetap istiqomah ya dedek sayanggg.

Done,,,

Hampir magrib...
Aku, dilla, kak salina, akhirnya memutuskan untuk pulang saja, lagian juga kasian mereka yang udah nemenin aku sepanjang perjalanan hari ini. Lagian juga malam ini ada kajian Forsima yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, iya gak kak Salina? tetap semangat pergi kajian, hehe, sarni absen dulu ya kak malam ini. 


Sebenarnya sihh bisa lebih cepat tiba d asrama, tapi karena sesuatu yang terjadi pada ban angkot yang kami tumpangi, dan kami harus turun mencari angkot yang lain. Ini kali kedua diturunkan di tengah jalan dalam seharian ini. Ambil hikmahnya aja yaaa,,, :) tetap tersenyum...

Akhirnya tiba di asrama sekitar pukul 19.00 wib. Tulang-tulang terasa remuk, gak sanggup hadir kajian malam ini, tapi kak Salina tetap semangat hadir. jempol dehhh buat kakak, dan buat dila, jom, menyatu dengan kasur alias tidur. hehehe...

Entahlah, mata ini gak bisa tidur, penasaran siapa sih pemenangnya? cuma sekedar ingin tauu sihh, gak begitu yakin bisa dapat 3 besar, soalnya 19 peserta ini keren semuaaaa. Kalaupun dapat ya alhamdulillah, gak dapat, ya syukuri lah,,, :) belajar lagi, yang penting try, try, and try. Pengalaman hari ini berharga banget, dapat teman dari kampus lain, Nurul dari Akademi Analisis kesehatan, Putra dari UNRIKA yang kali ini dia tampil mewakili organisasi Garuda Muda, syukron ya put udah ngasih info kalau naskah harus di fotocopy 3 rangkap untuk juri, kalau tidak mungkin saya gak akan tampil. Puisi kalian keren lhoo, NARKOBA PEMBERI HARAPAN PALSU. 
Sampai jumpa di panggung selanjutnya, semoga bisa baca puisi bareng-bareng. Ah, sayang banget aku lupa minta nomor hape kalian. padahal pengen ngajak kalian gabung ke sebuah organisasi kepenulisan. Semoga kita dipertemukan kembali. Amiin...

Setelah beberapa hari menanti, gak ada pemberitahuan juga mengenai pemenangnya. Sudah mencapai penasaran tingkat dewa, akhirnya kuputuskan untuk menelfon panitianya. 

komat-kamit duluu, takut kalau saya langsung drop or terbang ke langit pindah planet secara tiba-tiba setelah mendengarnya. Apapun itu, ikhlaskan. 

Dan ternyata, Alhamdulillah, saya harus mencoba lagi. :). 

Ekspresi saya waktuu ituu, hanya kak aida yang tau, langsung menghentakkan diri di kasur, dengan senyum palsu mengatakan pada kak Aida, kalau pemenangnya 1 itu dari STE Bintang Persada yang bakal mewakili kontingen kepri ke Gorontalo 2014*tergiur, juara 2 dari GARUDA MUDA, dan Ketiga gak tauu siapaaa. Aku? hemmm, ya sudahlah gak usah disinggung lagii. Fokus kuliah aja, jangan gara-gara ini berat badan turun, nilai akademik pun juga turun. Oh NOOOOO!!!

It's ok. I'm Fine, kok, fine fine fine banget malah. Suer dehhh,,, *nepuk jidat. masih berharap dapat juara 3. Amiinnn....

Tapi sudahlah, permintaan ini cukup menyiksa batin. 

Berberapa hari kemudian...

Lagi konsentrasi mendengarkan dosen menerangkan tentang sel neoplasma, tiba-tiba BB bergetar.

085264******
Received 6/20/2013 @11.49a
Disampaikan kepada pemenang harap hadir untuk pengambilan hadiah jam 06.00 di occarina batam center, sekaligus senam bersama minggu 23 juni 2013. BNNP KEPRI.

Masih bingung dapat sms ini, panitianya salah kirim kali ya? atau cuma mau ngasi tau untuk join senam bersama? masa sih sms ini di forward ke semua peserta? kayaknya cuma buat pemenang deh? hemm, haaaaaaaaaa,,, maksudnyaaaa??? aku pemengang donkkkk??? juara 3? Masa sihhh, gak percaya dehhh. Lagi-lagi penasaran tingkat dewa. Lucunya, aku gak berani  menanyakan hal ini ke panitianya, takut kecele  lagi. hemmm, punya inisiatif bujuk kak aida untuk nanyain ke panitia. 

"Kak Aida, tanyain donkkkk ke pantianya, maksud sms ini gimana sihh?"  sambil menyodorkan hape ke kak Aida.

Setelah beberapa menit, kak Aida menanyakan ke panitia maksud dari massage ini. *makasih kak aida sayang.... :)

Alhamdulillah jelas sudah, lega rasanya.... huuuuuuu pengen terbaaaangggg mengepakkan sayap terindah yang kusimpan dari sejak tunas.

JUARA HARAPAN 1? 

ALHAMDULILLAH, janjinya lebih pasti dari terbitnya matahari. 
Gak pernah kepikiran menduduki posisi pemenang. tapi ternyata Dia menghalalkanku duduk di kursi ini. Syukron ya Rabb...

Makasih buat semua yang support doa dan tepuk tangan,,,
ini semua berkat doa Ayah dan Ibu, juga semangat keluarga Forsima, makasih kak Aida, Kak Wita, Kak Salina, Dila, kak Zy, Septia, dan lainnya  yg gak bisa disebut satu persatu. Forsimaku Keluargaku... misss misss kaliannn...
makasih juga buat semua tepuk tangan dari Garuda Muda,,, namaku Sarni ya,,bukan santii...xixixixi...

  





About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate

.

IBX5A8FCDBFEF8FC