Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Ikhlaskaahhh



By  Sarni Kurniati     9/23/2013 02:41:00 AM     
Ikhlaskah?

Adzan subuh mengalun indah dari blackberryku. Aku segera beranjak dari kasur empuk yang semalaman ini melenakanku ketika malam tiba. Kuawali hariku dengan berwudhu, lalu kami bertiga segera menunaikan sholat jamaah. Aku berdiri dalam kadaan belum siap, mataku masih setengah terbuka, ternyata air yang membasuh wajahku tidak juga melenyapkan kantuk yang hampir seminggu ini menjadikan waktu tidurku tidak normal. Awal kuliah yang telah mengembalikanku pada dunia Panda. Hitam putih mahasiswa, yang setiap minggu diawali dengan menulis logbook, dan diakhiri dengan menulis logbook pula. Tapi aku bersyukur, masih diberi kesempatan dan kenikmatan menjadi mahasiswa kedokteran. Sementara di luar sana mungkin banyak yang mengimingkan kedudukanku sekarang. Kun Fayakun, hanya Dia lah yang menjadikanku berada di posisi ini.
  Setelah menengadahkan kedua tanganku, aku beranjak mengambil Al-qur’an. Berharap suara yang keluar melantunkan ayat-ayatnya dapat melenyapkan kantukku. Tapi Rupanya masih sedikit ngantuk, lalu kuraih sebuah buku yang sebulan lalu belum selesai kubaca. Buku bersampul hijau lumut yang berjudul SIlsilah Amalan Hati, seri penyejuk hati. Yang terkandung di dalamnya segala hal menyangkut hati. Buku ini penghalau galau, sudah sebulan ditanganku tapi aku masih merapat di halaman 22. Ini buku berat, butuh waktu lama untuk memahaminya
Setiap halaman yang menyajikan tentang indahnya hati yang diniatkan dengan ikhlas mengharap ridho-Nya. Hingga akhirnya aku terpatuk di halaman 22, sebuah tulisan yang menyajikan bahwa, ikhlas dapat menyelamatkan pelakunya dari adzab yang besar pada hari pembalasan, karena sesungguhnya Rasulullah telah memberitakan kepada kita tentang  mula-mula makhluk Allah yang dibakar oleh api neraka pada hari Kiamat nanti, mereka adalah orang yang rajin berinfaq, mengeluarkan shadaqahnya agar dikatakan sebagai orang yang dermawan; orang yang tekun mempelajari ilmu, kemudian mengajarkannya agar dikatakan sebagai orang’alim; dan orang yang giat berhijad di medan peperangan agar dikatakan sebagai seorang pemberani.
Ikhlas merupakan dasar amalan hati, sementara setiap gerakan anggota tubuh mengikut padanya sebagai pelengkap  baginya. Ikhlas dapat membesarkan amal yang kecil menjadi seperti gunung. Sebaliknya, riya’ akan mengecilkan amal yang besar hingga tidak punya timbangan di sisi Allah, melainkan lenyap begitu saja bagaikan debu beterbangan. Seperti firman Allah SWT.
“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang bertebangan.” (QS. Al-Furqon(25): 23)
Ibnu Mubarak telah mengatakan:”Adakalanya amal sedikit menjadi banyak pahalanya karena ketulusan niatnya; dan adakalanya amal besar menjadi kecil pahalanya karena kurang tulus dalam niatnya.”
Penjelasan di atas begitu mengagungkan kedudukan ikhlas dalam setiap pergerakan anggota tubuh kita. Karena kebanyakan manusia dalam kehidupannya tidak terlepas dari gejolak pertarungan dalam dirinya sebagai reaksi dari berbagai macam hal yang dihadapinya, sehingga terhalang dari berkah dan taufiq, kecuali hanya orang-orang yang dirahmati oleh Allah SWT. Kedudukan Ikhlas begitu penting dalam mengarungi kehidupan sebagai hambaNya, tapi keikhlasan kini menjadi sangat langka, karena segala sesuatunya hanya untuk kepentingan dunia. Kita menuntut ilmu dengan niat karena ingin dipandang sebagai cendik pandai, bukan karena ingin mengharap ridho Nya. Melakukan segala-galanya demi gelar dan nilai di mata orang lain.  Kita beribadah, bersedekah,berinfaq agar dikatakan sebagai dermawan, bukan karena Surga yang dijanjikan oleh Allah SWT.
Ikhlas itu letaknya di hati, Sudah ikhlaskah kita akan takdir hari ini? Hanya kita yang tahu permintaan hati, Sudah ikhlaskah hati kita mengarungi hidup yang penuh pergolakan? Tanyakan pada hati kita, mau kemanakah hari ini? Menjemput ikhlas atau terlena dalam keindahan dunia yang menggoyahkan niat dan menerbangkan amalan yang telah kita perbuat. Ikhlaskah kita bangun pagi untuk belajar sementara temen sekamar sedang enaknya mengadu nasip dalam buaian mimpi?   
Mari kita terus perbaiki dari, teguhkan hati, luruskan niat, bulatkan tekad. InsyaAllah, Allah bersama kita, dia yang lebih mengetahui niat kita yang sesungguhnya.




About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate

.

IBX5A8FCDBFEF8FC