Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Roti Croissant, Lambang Kekalahan Ottoman di Wina.



By  Sarni Kurniati     2/23/2015 06:22:00 PM     
Sekitar 150 ribu pasukan Turki usmaniyah (ottoman) mengepung Wina, ibu kota Austria. Pengepungannya dimulai 14 Juli 1683. Dan pasukan Ottoman ini dipimpin oleh Komando Jenderal Kara Mustafa Pasha.

Lukisan ini terpampang di museum kota Wina dg judul " Seorang Penjahat"

Saat pengepungan, aliansi tentara ottoman berkemah di punggung bukit yg kini jadi tempat wisata, bernama kahlenberg (bukit telanjang).
https://sangnanang.files.wordpress.com/2014/07/kahlenberg7.jpg

Pasukan wina saat itu sudah keteter, mereka berlindung dibenteng yg kokoh & sukar ditembus. Kara punya strategi, menggali terowongan. Namun strategi ini tercium oleh banyaknya mata-mata yang disebar wina. Mereka mahir berbahasa turki. Ada yg tertangkap, lalu dibunuh. Namun ada versi lain, suara "duk duk" penggalian terowongan tersebut didengar tukang roti saat mereka bekerja pada tengah malam. Singkat kata, wina kritis. Pengepungan ini mengancam kelaparan. Dari dalam benteng, tampak beberapa panah api dibidik ke langit. SOS
 
SOS itu, ternyata tanda meminta bantuan pada Polandia dan German, dua negara yg memiliki pertalian darah dg austria. Akhirnya 12 September 1683, pasukan polandia & germania tiba dibalik Bukit Kahlenberg. Kini berbalik, pasukan Ottoman (Kara) yang terkepung. Kara mustafa akhirnya memutuskan menyerang. Namun kalah. Sebenarnya, Polandia dan Turki adalah musuh bebuyutan. Dalam perang ini, kini Jan Sobieski, Raja Polandia membalas. Unsur agama juga sangat kental di sini. Yang kalah diusir atau dipaksa murtad. Asap mesiu bercampur debu, panas ledakan bercampur panas matahari, teriakan tentara Turki dan Wina bercampur menggema sepanjang lembah. Pasukan polandia yang terkenal adalah Hussar Bersayap, pasukan berkuda dimana penunggangnya mengenakan sayap mirip elang. 
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?f=102&t=21611
Setelah wina terbebas, rakyat di negeri ini merayakan dg membuat roti berbentuk bulan sabit. Sebagai lambang bendera Turki. roti ini akhirnya termasyhur ke seluruh dunia, setelah Maria antoinette, putri Maria Teresia Ratu Austria, menikah dengan Louis 16, Prancis. 
Marie antoinette, sering menghidangkan roti bulan sabit khas negaranya, saat menggelar jamuan mewah. Roti itu kemudian disebut Croissan. Croissant artinya bulan sabit dalam bahasa prancis. Roti ini termasyhur, sebagai lambang kekalahan ottoman di Wina.




 ----------
Sumber:    
-http://chirpstory.com/li/175786
-http://indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?f=102&t=21611
-http://3.bp.blogspot.com/-y8DG-9hJGNE/TjfZWDHNbQI/AAAAAAAACzU/OpJDmcNCdH4/s1600/roti%2Bcroissant.jpg



About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate

.

IBX5A8FCDBFEF8FC