Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Kamukah, Ajallaleng?



By  Sarni Kurniati     7/30/2015 08:30:00 AM     
360 hari lalu.

Tak sengaja menemukanmu di galeri foto milik Kak Ima.
Jadilah aku bertanya-tanya. Oh, kita tetangga di Ajallaleng. Barangkali kita pernah bertemu dulu saat aku menginjakkan kaki disana, 12 tahun yang lalu. Aku tidak mengingat apapun selain moment dikejar anjing dan pemuda yang pandai berkuda itu yang setiap hari lewat di samping rumah panggung nenek. Mungkinkah pemuda itu kamu? Aku selalu beranggapan bahwa kita pernah bertemu.

Singkat cerita. Kita akhirnya saling mengenal. Entah bagaimana caranya kita saling memberi kabar. Terutama saat kamu berada di tanah merah ini untuk liburan bersama rekan kantor. Aku kegirangan. Saat kau bertanya tempat yang bagus untuk membeli tas sbg oleh-oleh untuk Ibumu. Aku membalas chatmu lima jam kemudian. Hahaha, aku sibuk saat itu. Lupa balas chat bbm darimu. Setelah itu kamu bertanya tentang tempat wisata yang indah untuk dikunjungi. Malam itu batam disapu hujan. Berulangkali kamu mengatakan tidak ada teman di batam, takut tersesat jika jalan-jalan keluar sebelum esoknya kalian ke singapur. Barangkali itu kode? Biar aku mengajukan diri untuk menemani perjalananmu sehari di batam. Hahah tuh kan aku kege'eran. Tapi mana mungkin aku menemanimu. Aku takut pertemuan pertama menyisakan kerinduan, aku memilih menghindarimu. Jika seseorang pernah mengatakan aku pandai mengontrol banyak hal, terutama soal hati. Dengan mudahnya aku menghindarimu, berusaha untuk tidak membiarkan rasa dan harapan itu tumbuh mekar di ruang hati. Baru saja sembuh, aku tidak ingin melukai perasaanku lagi. Jadi, kubiarkan rasa itu mengering.

Hingga detik ini kita kehilangan kontak.
Malam sebelum esoknya aku berangkat ke jambi. Sepupuku, uppi. Menyebut-nyebut namamu. Dia suka sekali menjodohkan kita, dia bilang kita serasi. Hahaa, aku hanya tersenyum sambil menutup muka karena takut ketahuan wajahku merona.

Tak cukup menyebut namamu. Dia menyodorkan fotomu ke wajahku. Sangat dekat. Sontak aku menutup mata, melirik sedikit. Degup jantungku meningkat seperti habis menelan obat epinefrin. Dia menyebut namamu berulangkali. Aku justru berucap istighfar.

Semoga hati ini masih bisa dikendalikan. Aku Menghela napas panjang. Aku tidak ingin menghubungimu lagi via apapun, kecuali via Allah. 😊 biarlah Allah yang turun tangan mengatur pertemuan itu. Entah kelak denganmu atau dengannya. Aku pun tidak pernah memaksa agar dipertemukan denganmu, juga tidak terlalu berharap bahwa kamulah yang akan datang. Aku hanya berharap pada Pemilik Hati kita, untuk menjaga diri kita dari harapan yang justru menjerumuskan. Karena sekalipun jiwa kita terpisah sejauh ribuan kilometer, mudah bagiNya untuk mempertemukan kita. Aku sangat percaya.

Maka, cukuplah menyebut namamu sekali. Sekali saja. Kamukah, Ajallaleng? 

About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

1 comment:

  1. Ku kira kalau memang masih belum ada niat di hati mu.. kurasa kamu juga tidak akan melakukan hubungan yang lebih serius...

    ReplyDelete


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate