Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Jengkoleun; Keracunan Jengkol



By  Sarni Kurniati     1/08/2016 06:07:00 AM    Labels: 

 http://bkpd.jabarprov.go.id/wp-content/uploads/2014/11/jengkol1.jpg
Pertama kali mendengar istilah ini ketika saya masih semester satu. Saat itu salah satu orang tua teman sejawat menelfon teman saya karena harus dirawat di rumah sakit. Saya tertawa mendengar jawaban teman sekamar saya yang mengatakan bahwa Ibunya dirawat karena kebanyakan makan jengkol, dokter menyebutnya Keracunan Jengkol /Jenkolism atau dalam bahasa sundanya Jengkoleun. Heheh ingat jeng kelin ya…  Saat itu Istilah Jenkolism/Jengkolan masih familiar di telinga, dan hari ini kami kelompok tutorial membahas tentang keracunan jengkol.
Nah, buat kamu yang suka banget sama jengkol, simak nih kelebihan dan kekurangan jengkol… 

Apa itu Jengkol?
Jengkol termasuk dalam keluarga Leguminosae. Pohon Jengkol (Pithecellobium jiringa) yang tingginya bisa mencapai 25 meter tumbuh di beberapa daerah di Indonesia dan disebut juga sebagai Jiring, gimana bentuknya kalian juga pasti udah tahu, kan? J

ternyata selain dapat menyebabkan keracunan jengkol akibat asam jengkolat yang terkandung didalam biji jengkol, Jengkol juga mempunyai nilai nutrisi yang tinggi, karena Jengkol mengandung protein, karbohidrat, vitamin B1, B2, asam folat serta beberapa mineral termasuk besi, kalsium dan fosfat. Bahkan jengkol juga kadang-kadang digunakan untuk pengobatan penyakit kencing manis pada pengobatan tradisional. Mungkin sekarang sudah ada ekstrak jengkol :)

Kenapa bisa keracunan jengkol?
Keracunan Jengkol diakibatkan memakan asam jengkolat (jengkolic acid) yang terdapat pada biji jengkol. Tapi tidak selalu terjadi pada konsumsi jengkol, ada beberapa faktor predictor pada biji jengkol dan faktor individual turut menentukan kejadian keracunan jengkol. Faktor biji jengkol yang pernah diteliti adalah jumlah jengkol yang dikonsumsi, kematangannya, dan proses pengolahannya. Sedangkan faktor individual yang berperan adalah tingkat hidrasi dan faktor individual lain yang belum diketahui. 

Keracunan jengkol lebih sering terjadi pada jengkol muda yang dikonsumsi secara mentah. Asam jengkolat yang menyebabkan keracunan jengkol terkandung dengan kadar 1,6 g/100 g jengkol atau sekitar 1-2 % dari berat jengkol. Dan jengkol muda lebih banyak mengandung asam jengkolat daripada jengkol yang lebih tua. Tingginya konsentrasi asam jengkolat pada urine dapat menjadi faktor predisposisi pembentukan Kristal asam jengkolat pada saluran kemih sehingga menyebabkan keracunan jengkol. Selain itu Kristal asam jengkolat mudah terbentuk pada urine dengan  pH asam yang mengandung asam jengkolat. Asam jengkolat dapat menyebabkan gangguan ginjal akibat iritasi mekanik dari Kristal asam jengkolat pada tubulus ginjal dan saluran kencing. 

Apa saja Gejala Keracunan Jengkol?
Keracunan jengkol biasa terjadi setelah 2-12 jam mengonsumsi jengkol dengan Gejala dan tanda yang bervariasi Ringan hingga berat.
1.      Keracunan jengkol Ringan, penderita mengeluh nyeri spasmodik pada pinggang daerah suprapubis yang dapat menghilang dalam waktu 1-2 hari, jarang memerlukan pengobatan medis.
2.      Keracunan jengkol berat, penderita mengeluh nyeri kolik yang hebat pada perut disertai dengan muntah, diare, disuria, dan oliguria.

Apa yang harus dilakukan jika keracunan jengkol?

Pengobatan keracunan jengkol seluruhnya membuang Kristal asam jengkolat. Bisa dilakukan dengan hidrasi yang agresif atau minum air yang banyak, dan alkalinisasi urin dengan menggunakan sodium bikarbonat akan meningkatkan solubilitas asam jengkolat. Peningkatan aliran urin dengan hidrasi dan diuretik diperlukan untuk membuang endapan asam jengkolat. Jika telah terjadi retensi urin, maka lakukan kateterisasi.

Bagaimana mencegah agar tidak terjadi keracunan jengkol?

Apabila konsumsi jengkol tidak bisa dihindari karena saking hobinya makan jengkol, maka kejadian keracunan jengkol dapat dihindari dengan menurunkan kadar asam jengkolat dalam jengkol, misalnya dengan cara menghindari jengkol yang masih muda dan mengolahnya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi, dan ingat, makannya jangan terlalu banyak, karena segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik bagi tubuh meskipun pengolahannya sudah tepat. 

Nah, sekarang sudah tahu kan kenapa sebagian orang dapat mengalami keracunan jengkol... yang harus diperhatikan seperti jenis jengkol muda lebih banyak mengandung asam jengkolat, pengolahannya lebih baik dimasak dulu (jangan makan mentah yoo),  serta seberapa banyak jengkol yang dikonsumsi...   

Semoga bermanfaat... :)

Sumber:  Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I Ed VI, Interna Publishing. 






About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate