Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Kita Yang (Tak Pernah) Akur



By  Sarni Kurniati     1/29/2016 07:18:00 AM    Labels: 
Bismillah...

Teruntuk kita yang tak pernah akur tapi selalu saling menanyakan...

Dear, Muhammad Zul Abrar. 

Semoga kelak kamu membaca catatan ini. Mungkin sesuatu yang selama ini jarang sekali tersentuh oleh kita.

Dek, terima kasih telah menjadi anak baik untuk Ajita', terima kasih telah menjadi adik yang baik untuk Kakak. Kamu memberikan banyak pelajaran bagi kami, Kak Sarni bangga memilikimu. meski kita akur hanya bertahan dua hari, selebihnya saling kejar-kejaran, pukul-pukulan, tonjok-tonjokan, nyuruh Abrar makan selain telur dadar, potong kuku yang udah menghitam, bikin Aji (Ibuk) dan Nenek ngomel tiap pagi gara-gara ikat pinggang dan dasi entah dimana, ngambek gak sekolah kalau baju dan celana belum diseterika, sarapannya  dibuatin mie goreng indomie gak mau merk yang lain, rambutnya selalu nyentrik mengkilat, dan sayang banget sama jamnya sampai dibawa tidur, dilepas hanya karena mandi. Tapi, yang perlu Abrar ketahui, kami semua sayang dengan Abrar, apapun yang Abrar lakukan.


Usia kita memang terpaut jauh, hampir 11 tahun yang lalu, Abrar hadir mematahkan keinginan Kakak sebagai anak tunggal. Tepat diusiamu 4 tahun, Kakak memutuskan meninggalkan rumah untuk sekolah ke Kota, hanya 4 tahun kita selalu bersama di rumah. Tujuh tahun lamanya kita tidak menjalankan aktivitas seperti kakak adik (serumah), dan beberapa hari lagi Abrar 11 tahun (05 Februari nanti), dan kita tidak pernah merayakannya. Ulang tahun kakak juga gak pernah dirayain kok sama Aji,  Hiks hiks

11 Tahun? 

Diusia Abrar yang ke 11, Kak Sarni mau ngasih jempol, deh. Karena beberapa bulan yang lalu Abrar berhasil membuat Aji bangga, Juara 2 Lomba Adzan Tingkat Dusun. Kalau kakak diusia segitu (bahkan sampai sekarang) belum punya piala. Ketika pulang Aji malah memamerkan Piala Abrar, Kak Sarni jadi cemburu. Waktu masih seusia Abrar (Sekolah Dasar) Kak Sarni lebih aktif ikut perlombaan dibidang Olahraga, catur, tenis meja, voli, sampai ikut kontingen di Kecamatan, tapi gara-gara kakak anak yang sakit-sakitan, akhirnya Aji tidak memberi izin untuk keluar desa. Sementara Abrar, bahkan Aji bela-belain ke Lambur Dalam sampai larut malam buat nungguin Abrar yang lagi Jambore. Betapa sayangnya Aji dengan Abrar, tapi dengan Kakak lebih sayang lagi, hehehe. 


Kebanggaan Kak Sarni yang lain adalah Abrar itu kreatif, sangking kreatifnya melihara ikan di bak mandi, terus toples kosong di toko semuanya disulap jadi akuarium, pokoknya apapun di tangan Abrar selalu jadi sesuatu. Selain itu, Abrar punya nilai plus di mata kakak, kenapa? Rajin Nabung, paling suka diam-diam nabung. Iya, diam-diam nabung. Sampai ratusan tuh tabungan, keren, kan?  Kalau dulu kakak nabung dari SD hingga lulus MTS bisa beli laptop, tujuan nabungnya cuma mau beli laptop. Tapi sekarang, kakak lupa gimana caranya nabung, hahaha. 

Jaga baik-baik Aji (Bapak Ibuk), ya, Dek. Kakak titip mereka selama kakak pergi. Tetap jadi anak yang baik, lebih rajin ngajinya, dan semoga malam pertama sebagai santri tahfiz menumbuhkan semangat Abrar untuk terus menuntut ilmu terutama dalam menghafal Al-Qur'an. Kak Sarni bangga dengan Abrar, sekaligus malu karena di usia segitu kakak lebih banyak mainnya, pun sekarang. 

Jika Aji menaruh harapannya pada Kakak, maka Kak Sarni pun menaruh harapan besar pada Abrar.

Semangat, Abrar Al-Hafidz. Semoga Allah menjaga hati dan pikiranmu, Dek. 


Dari yang selalu menyayangimu,

Kak Sarni :) 


Batam, 29 Januari 20116.

About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate