Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Terapi Oksigen



By  Sarni Kurniati     1/18/2016 12:54:00 AM     

Oksigen (O2) merupakan salah satu komponen gas dan unsure vital dalam proses metabolisme, untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel tubuh. Secara normal elemen ini iperoleh dengan cara menghirup udara ruangan dalam setiap kali bernafas. Penyampaian O2 ke jaringan tubuh ditentukan oleh interaksi system respirasi, kardiovaskuler dan keadaan hematologis.  Adanya kekurangan O2 ditandai dengan keadaan hipoksia, yang dalam proses lanjut dapat menyebabkan kematian jaringan bahkan dapat mengancam kehidupan. Terapi Oksigen merupakan salah satu dari terapi pernafasan dalam mempertahankan okasigenasi jaringan yang adekuat. Secara klinis tujuan utama pemberian O2 adalah untuk mengatasi keadaan Hipoksemia sesuai dengan hasil Analisa Gas Darah, dan untuk menurunkan kerja nafas dan menurunkan kerja miokard.

Syarat-syarat pemberian O2 meliputi :
(1)     Konsentrasi O2 udara inspirasi dapat terkontrol,
(2)     Tidak terjadi penumpukan CO2,
(3)     Mempunyai tahanan jalan nafas yang rendah,
(4)     Efisien dan ekonomis,
(5)     Nyaman untuk pasien. 

INDIKASI PEMBERIAN OKSIGEN
Berdasarkan tujuan terapi pemberian O2 yang telah disebutkan, maka adapun indikasi utama pemberian O2 ini adalah sebagai berikut :
(1)     Penderita dengan kadar O2 arteri rendah dari hasil analisa gas darah,
(2)     Penderita dengan peningkatan kerja nafas, dimana tubuh berespon terhadap keadaan hipoksemia melalui peningkatan laju dan dalamnya pernafasan serta adanya kerja otot-otot tambahan pernafasan,
(3)     Penderita dengan peningkatan kerja miokard, dimana jantung berusaha untuk mengatasi gangguan O2 melalui peningkatan laju pompa jantung yang adekuat. 

Berdasarkan indikasi utama diatas maka terapi pemberian O2 diindikasikan kepada pasien dengan gejala :
(1)     Sianosis,
(2)     Hipovolemi,
(3)     Perdarahan,
(4)     Anemia berat,
(5)     Keracunan CO,
(6)     Asidosis,
(7)     Selama dan sesudah pembedahan,
(8)     Pasien dengan keadaan tidak sadar.   

METODE PEMBERIAN O2
Metode pemberian O2 dapat dibagi atas 2 tehnik, yaitu :
1.        Sistem aliran rendah
Tehnik system aliran rendah diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan. Tehnik ini menghasilkan FiO2 yang bervariasi tergantung pada tipe pernafasan dengan patokan volume tidal pasien. Pemberian O2 sistem aliran rendah ini ditujukan untuk pasien yang memerlukan O2 tetapi masih mampu bernafas dengan pola pernafasan normal, misalnya pasien dengan Volume Tidal 500 ml dengan kecepatan pernafasan 16 – 20 kali permenit. Kriteria pemberian O2 dengan system aliran rendah:
1.      Kondisi klinis pasien harus stabil
2.      Volume tidal pasien dalam batas normal
3.      Frekuensi napas normal
4.      Tipe pernapasan regular dan menetap
Apabila salah satu kriteria diatas tidak terpenuhi gunakan system aliran tinggi. Contoh system aliran rendah ini adalah :
(1)      Kateter nasal,
(2)      Kanula nasal,
(3)      Sungkup muka sederhana,
(4)      Sungkup muka dengan kantong rebreathing,
(5)      Sungkup muka dengan kantong non rebreathing.

Keuntungan dan kerugian dari masing-masing system :
  • Nasale Cateter Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan O2 secara kontinu dengan aliran 1 – 6 L/mnt dengan konsentrasi 25% - 45%.
-Keuntungan, Pemberian O2 stabil, pasien bebas bergerak, makan dan berbicara, murah dan nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter penghisap.
-Kerugian, tidak dapat memberikan konsentrasi O2 yang lebih dari 45%, tehnik memasukan kateter nasal lebih sulit dari pada kanula nasal, dapat terjadi distensi lambung, dapat terjadi iritasi selaput lendir nasofaring, aliran dengan lebih dari 6 L/mnt dapat menyebabkan nyeri sinus dan mengeringkan mukosa hidung, kateter mudah tersumbat.

  •  Nasale Canule Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan O2 kontinu dengan aliran 1 – 6 L/mnt dengan konsentrasi O2 sama dengan kateter nasal.-
- Kerugian, tidak dapat memberikan konsentrasi O2 lebih dari 44%, suplai O2 berkurang bila pasien bernafas lewat mulut, mudah lepas karena kedalam kanul hanya 1 cm, dapat mengiritasi selaput lendir. 
Keuntungan, Pemberian O2 stabil dengan volume tidal dan laju pernafasan teratur, mudah memasukkan kanul dibanding kateter, pasien bebas makan, bergerak, berbicara, lebih mudah ditolerir pasien dan nyaman. 


  • Simple Face Mask: Merupakan alat  pemberian O2 kontinu atau selang seling 5 – 8 L/mnt dengan konsentrasi O2 40 – 60%. 
- Keuntungan, Konsentrasi O2 yang diberikan lebih tinggi dari kateter atau kanula nasal, system humidifikasi dapat ditingkatkan melalui pemilihan sungkup berlobang besar, dapat digunakan dalam pemberian terapi aerosol.
- Kerugian Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen kurang dari 40%, dapat menyebabkan penumpukan CO2  jika aliran rendah.
  • Partial Rebreather Mask: Suatu tehinik pemberian O2 dengan konsentrasi tinggi yaitu 60 – 80% dengan aliran 8 – 12 L/mnt.
 - Keuntungan, Konsentrasi O2 lebih tinggi dari sungkup muka sederhana, tidak mengeringkan selaput lender.
- Kerugian, Tidak dapat memberikan O2, kantong Oksigen konsentrasi rendah, jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2, kantong bisa terlipat.

  • Non Rebreather Mask, Merupakan tehinik pemberian O2 dengan Konsentrasi O2 mencapai 99% dengan aliran 8 – 12 L/mnt dimana udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi.
- Keuntungan : Konsentrasi O2 yang diperoleh dapat mencapi 100%, tidak mengeringkan selaput lendir.
- Kerugian: Kantong  O2 bisa terlipat. 

2.      Sistem aliran tinggi
Suatu tehnik pemberian O2 dimana FiO2 lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh tipe pernafasan, sehingga dengan tehnik ini dapat menambahkan konsentrasi Oksigen yang lebih tepat dan teratur. Adapun contoh tehnik system aliran tinggi yaitu:
  •  Venturi Mask. Prinsip pemberian O2 dengan alat ini yaitu gas yang dialirkan dari tabung akan menuju ke sungkup yang kemudian akan dihimpit untuk mengatur suplai O2 sehingga tercipta tekanan negatif, akibatnya udara luar dapat diisap dan aliran udara yang dihasilkan lebih banyak. Aliran udara pada alat ini sekitas 4 – 14 L/mnt dengan konsentrasi 30 – 55%. Venturi Mask sangat berguna bagi pasien dengan retensi CO2 kronik seperti pada pasien COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease)
-Keuntungan: Konsentrasi O2 yang diberikan konstan sesuai dengan petunjuk pada alat dan tidak dipengaruhi perubahan pola nafas terhadap FiO2, suhu dan kelembaban gas dapat dikontrl serta tidak terjadi penumpukan CO2.
-Kerugian: Kerugian system ini pada umumnya hampir sama dengan sungkup muka yang lain pada aliran rendah.

BAHAYA PEMBERIAN OKSIGEN  
Pemberian O2 bukan hanya memberiakan efek terapi tetapi juga dapat menimbulkan efek merugikan, antara lain :

  1. Kebakaran, O2 bukan zat pembakar tetapi O2 dapat memudahkan terjadinya kebakaran, oleh karena itu pasien dengan terapi pemberian O2 harus menghindari : Merokok, membuka alat listrik dalam area sumber O2, menghindari penggunaan listrik tanpa “Ground”. 
  2.  Depresi Ventilasi, Pemberian O2 yang tidak dimonitor dengan konsentrasi dan aliran yang tepat pada klien dengan retensi CO2 dapat menekan ventilasi.
  3.  Keracunan Oksigen, Dapat terjadi bila terapi O2 yang diberikan dengan konsentrasi tinggi dalam waktu relatif lama. Keadaan ini dapat merusak  struktur jaringan paru seperti atelektasi dan kerusakan surfaktan. Akibatnya proses difusi di paru akan terganggu.
Gambar: https://farrasbiyan.files.wordpress.com/2009/12/terapi-oksigen-d.jpg
Sumber Pustaka: 
Thomas James, 2002. Pemeriksaan Fisik dan Keterampilan Klinis. Jakarta: EGC
Brunner & Suddarth, 2001. Buku Ajar Medikal Bedah. Jakarta: EGC
Saputra, Lyndon. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Binarupa Aksara
Medical Mini Notes. Emergency and Critical Care.






About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate