Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Belajar Dari Rasa Kecewa



By  Sarni Kurniati     9/28/2016 03:55:00 AM    Labels: 


Seminggu terakhir ini kondisi semakin memburuk. Aku tidak mengerti. Aku merasa seperti bukan aku yang sebenarnya.

Maafkan aku.

Maafkan diri yang hina ini, terlalu banyak khilaf untuk dimaafkan.

***

Sar, ada apa denganmu? Terlalu rumitkah jalan yang kita tempuh? Jika rumit, mari kita sederhanakan. Kamu harus kuat. Kuat melawan keinginan sendiri, harus kuat dengan caci maki mereka. Harus kuat dengan segala rintangan dan tantangan. Lapangkan hatimu dari segala yang tidak sesuai dengan perasaanmu, karena menyimpan kekecawaan sama saja menyiksa dirimu.

Sar, jika kamu terus memikirkan tentang pikiran orang lain mengenai dirimu, tidak akan ada habisnya, karena mereka akan selalu menilai, meski hanya dari satu sisi, entah keburukan atau kebaikan dirimu. Yang perlu kamu lakukan adalah cukup melakukan hal-hal baik, jangan sekalipun melukai hati orang lain di sekitarmu. Tapi jangan mengorbankan perasaanmu demi menyenangkan semua orang. Tidak ada yang bisa membuat semua orang bahagia, bahkan matahari pun mendapat cercaan dari mereka yang merasa kepanasan, seperti juga hujan yang dicela oleh mereka yang kehujanan tanpa tempat untuk berteduh. 

Sar, apa kamu masih ingat seorang dokter konsulen bertanya padamu, bagaimana mengatasi rasa kecewa? kamu jawab dengan memaafkan. Ternyata jawabanmu belum tepat. Beliau mengatakan cukup dengan positif thinking. Tanpa menjelaskan panjang lebar, kamu pasti paham maksudnya. Beliau hanya menjelaskan bahwa pikiranlah yang mengontrol perasaan, karena itu penting sekali berpikir positif. 

Sar, pembelajaran hidup bukan semata untuk mendapatkan nilai di mata orang lain. Tapi pembelajaran hidup itu terletak pada bagaimana kamu bisa menyikapi dengan baik semua peristiwa yang Tuhan takdirkan untukmu, termasuklah belajar menyikapi rasa kecewa. Rasa kecewa muncul ketika sesuatu terjadi tanpa kamu kehendaki, tapi Tuhan menghendakinya terjadi. Apa kamu kecewa kepada Tuhan? Apa kamu bisa membaca tanda-tanda yang diberikan oleh-Nya? 

Bahwa apapun yang terjadi sempatkanlah berpikir positif.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (harap) pada-Nya


Batam, 28 September 2016.

Sebelum menulis ini, air mata tak tertahankan, hingga ia mengering di pipi saat tulisan ini berakhir disini. dengan perasaan lega telah memaafkan diri sendiri.

Alhamdulillah 'alaa kulli hal
 

      


About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate