Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Monascus Purpureus (Beras Ang-Khak) Ampuh Meningkatkan Trombosit pada Penderita DBD



By  Sarni Kurniati     10/26/2016 07:56:00 AM    Labels:, 


Monascus Purpureus telah lama dimanfaatkan sebagai makanan harian masyarakat Cina. Serta sebagai pengawet dan penyedap rasa. Di Taiwan dimanfaatkan sebagai minuman anggur beras. Bahan asal sebenarnya beras putuh, yang diproses fermentasi terbentuk senyawa-senyawa poliketida seperti monascin, ankaflavin, rubropunctatin, dan monaskorubin yang merupakan pigmen warna. Selain itu, proses fermentasi juga menghasilkan beberapa senyawa metabolit sekunder seperti poliketida lain seperti monakolin K. Monascus Purporeus, juga mengandung asam linoleat, asam oleat, serta vitamin B-Kompleks seperti niasin yang bermanfaat dalam penurunan kadar trigliserida dan meningkatkan HDL, komponen lain adalah beta-sitosterol, campesterol, stigmasterol, saponin, sapogenin, isoflafon, isoflafon glikosida, selenium serta seng. Warna merah mengandung monaskurobin dan monaskin, tahan terhadap pemanasan, stabil dalam proses pengolahan cocok untuk industry sosis dan daging ham. Bentuk aktif Monascus Purpureus adalah monakolin K, dihidromonakolin dan monakolin I hingga IV. Monascus Purpureus mengandung hydromethilglutaryl-CoA reductase (HMG-CoA reductas) bermanfaat menghambat monakolin yang didalam dunia medis banyak dipakai pada pengendalian profil lipid penderita dengan hiperkolesterolemia. Aktivasi HMG reductase pada monascus ditentukan oleh monakolin. 

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRWipMMU7PJw-iqBeKhG-5EU1pq6l7UrtS-9_gkF9xqTZwwwCzByw 

Di Indonesia kebanyakan pasien DBD memanfaatkan Monascus Purureus untuk meningkatkan jumlah trombosit. Secara empiris pasien DBD yang mengkonsumsi Monascus Purpureus mengalami peningkatan jumlah trombosit. Kandungan lovastatin dalam Monascus mengoksidasi LDL. LDL teroksidasi tersebut bersinergi dengan protein stimulator kinetika monosit dan megakariosit  menstimulasi regenarasi monosit-makrofag., mempengaruhi akumulasi monosit dan megakariosit untuk bermigrasi ke ruang endothelium. Dalam endothelium monosi dan megakariosit masing-masing berubah menjadi makrofag dan trombosit aktif.

Monascus  juga menyumbangkan ubiquinone dan heme A yang penting untuk peningkatan energy sel, termasuk makrofag dan sel darah merah. Makrofag yang semakin kokoh mempunyai kemampuan semakin tangguh untuk menghindar dari pengaruh intervensi virus Dengue. Trombosit yang dipertahankan dalam jumlah cukup dapat menghindarkan potensi perdarahan pada penderita DBD.

Sumber: Nasronudin, dkk. 2011. Penyakit Infeksi di Indonesia. Edisi Kedua.  


About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

2 comments:

  1. Wah, sangat bermanfaat ini. Thx infonya

    ReplyDelete
  2. rasanya seperti apa ya, apakah cocok untuk lidah orang Indonesia?
    thank

    ReplyDelete


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate