Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Empat



By  Sarni Kurniati     10/08/2016 05:15:00 PM     
Langit membawa kabar gembira, hujan turun membawamu menemuiku. Meja dan kursi telah ditinggalkan oleh tuannya sepuluh menit sebelum kamu datang. Kamu menjadi tuan di meja nomor Empat. Pelayan datang dan menawarkan secarik kertas, kamu menulis menu makanan yang hendak menghangatkan dirimu yang kuyup, dan menulis makanan yang hangat, pelayan itu bingung  karena di sini banyak sekali menu yang hangat.
“Mbak, makanan atau minuman yang hangat?” tanya pelayan.
Kamu mengibaskan jaket dan menggantungnya di sandaran kursi.
“Air putih hangat.” Pelayan mengambil langkah mundur.
Secangkir air hangat kini menghiasi meja persegi empat di depanmu. Kamu menyeduhnya pelan-pelan, meniupnya kemudian mengatupkan bibirmu ke bibir gelas yang menguap. Lalu melepaskan nafasmu yang begitu dalam. Aku melihat bahumu terangkat sementara matamu terpejam. Kamu melakukannya setiap kali meneguk air hangat. Saat itu aku mulai memperhatikan apapun yang kamu lakukan di meja nomor Empat, dari sini, di balik dapur.
Secangkir air hangat itu tinggal dua teguk. Menghabiskannya itu berarti kamu akan meninggalkan mejamu. Tapi ternyata dugaanku  salah, kamu hanya menatap lekat air yang tersisa di cangkir. Lima menit. Sepuluh menit. Dua puluh menit. Kamu meraih tisu dan menulis sesuatu lalu menyelipkannya di bawah cangkir.
Jika air yang tersisa ini adalah nyawa seseorang di depanmu, apa yang kamu lakukan?
Dan kubiarkan air itu mengering sampai aku bertemu denganmu, lagi.  

About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate