Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Pulang



By  Sarni Kurniati     10/11/2016 06:07:00 AM    Labels: 

Sepanjang tahun kenangan, aku hanya rindu pada satu kata, pulang ke rumah. Sepanjang pergantian musim, aku rindu pulang ke rumah. Rumah yang memeluk erat segala kenangan. Rumah yang membuat kita menjadi diri sendiri.

***
11 Oktober 2016,

Nenek dan Lato' sudah kembali dari Bone, dua hari yang lalu. Bapak mengabariku lewat telepon, berbicara dengan nenek, menanyakan kabarnya, juga oleh-oleh untukku. Rasanya sudah lama sekali tidak memeluk nenek, perempuan paling tangguh, sama tangguhnya dengan Ibuk. 

"Nek, muddanika." Lirihku.

Nenek hanya menjawab iya, dan bertanya perihal kepulanganku. Mataku mulai berair, aku memilih menyudahi pembicaraan  karena harus segera ke rumah sakit. Aku bohong. ke toilet dan menyalakan kran air yang berisik, lalu menangis. 

Begitulah setiap kali rindu menyerbu.

Tuhan, sudah memutih rinduku. 
Rindu yang menjadi kekuatan, yang menghimpun segala yang terserak.

***

10 Oktober 2016

Sebagai dokter muda interna, kami diwajibkan untuk menangani pasien dari awal dirawat sampai pasien dinyatakan pulang, dan salah satu pasien saya yang harus rutin menjalani pengobatan untuk mengeluarkan cairan dalam rongga perut (asites), beliau mengidap Lupus/ SLE (Sindrom lupus eritomatosus) sejak satu tahun yang lalu, dan setiap 2 minggu sekali cairannya harus disedot. Pekan ini sekitar 7 botol (10,5 liter) cairan berwarna coklat yang dievakuasi. 

Beliau perempuan kuat, anaknya berusia 14 tahun, suami yang selalu setia menemani selama perawatan, dan dua hari yang lalu adalah hari ulang tahun beliau, semoga selalu menjadi kuat yo bu, InsyaAllah sakit yang Ibu rasakan menjadi penggugur dosa, Aamin.

di hari kepulangannya, beliau bertanya sampai kapan cairan di perut ini berhenti disedot? Saya diam sejenak, lalu kembali membereskan alat yang digunakan untuk mengeluarkan cairan. 

"Nah, sudah selesai, Bu. Sekarang Ibu boleh pulang."    

"Dua minggu lagi sayo pasti balek ke sini lagi, Sarni masih di sini atau sudah pindah ruangan?" 

"Sarni harap, dua minggu lagi kito ketemu di Mall Bu, bukan di rumah sakit." Gelak tawa memenuhi ruangan.

"Hah, payoolah. Kagek sayo kabari yo." Si Ibu menanggapi serius. 

Beliau pulang memakai daster batik, sambil menjinjing tas di tangan kirinya. 

Besar harapan saya tidak ada lagi produksi cairan, ini rawatan ke tiga kalinya bertemu beliau setelah 7 minggu di stase interna.   

Akhirnya, setelah sekian kalinya mengantar pasien pulang, aku masih saja di sini, menyaksikan setiap mereka dengan harapan baru pulang ke rumah atau menyaksikan bagaimana ruh meninggalkan jasadnya, menjalar dari ujung kaki sampai pupil mata midriasis maksimal, dan denyut karotis menghilang. Merasakan begitu dinginnya tubuh yang ditinggalkan oleh ruhnya. 

Ya Allah, kami takut pada-Mu. Takut kematian itu datang sementara kami belum siap.  




  


About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate