Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Berjuang



By  Sarni Kurniati     11/26/2016 02:35:00 AM    Labels:, 


Dibalik sebuah pencapaian seorang anak, ada orangtua yang berjuang mewujudkannya.
Bismillah, dengan mengharap ridhoMu, Izinkan hamba mengabdikan diri melakukan dan menebar sebaik-baiknya kebaikan, dimana pun diri ini berada.

Sarni Kurniati S, Ked.

Izinkan kedua tangan ini menolong lebih banyak orang…

Alhamdulillah, Allah memberikan kelancaran dalam proses menjalani pendidikan 3, 5 tahun adalah waktu ideal menyelesaikan pendidikan kedokteran. Proses yang tidak mudah, sulit tapi Allah memudahkan jalan ini untuk kutempuh. Nothing is easy except what You have make easy. Allah itu Maha baik, perancang hidup terbaik, aku meminta yang kuinginkan, tapi Dia mewujudkan lebih dari yang kuinginkan plus yang terbaik pula. Minta saja, minta padaNya, Allah suka kepada hamba Nya yang suka meminta, merayu dengan lembut di setiap sepertiga malam.

Mungkin bagi kalian, hidup yang kujalani ini begitu mulus, kuliah jurusan kedokteran yang tidak semua orang mempunyai kesempatan emas di sini serta keluarga yang mendukung. Tapi dibalik itu semua, dibalik keputusan menginjakkan kaki di tanah merah ini (red:Batam) ada sebuah alasan yang sangat menguatkan hatiku, bahwa jalan ini, cita-cita ini lah yang menjadi alasan kenapa aku dilahirkan.

Baiklah,  akan kuceritakan semoga ada mi yang bisa diambil hikmahnya.

Tahun 2009. Untuk pertama kalinya memutuskan merantau, meninggalkan rumah yang begitu nyaman dan serba ada. Sebagai anak perempuan satu-satunya, Ibuk enggan memberikan keputusan. Sementara Bapak, meski berat ia memutuskan sendiri bahwa aku harus melanjutkan sekolah ke Kota. Jarak dari desa ke kota Jambi sekitar 4 jam perjalanan. Ibuk menyetujui dengan syarat, aku harus melanjutkan sekolah di pesantren. Aku menolak, dengan alasan pesantrennya kotor. Akhirnya ibu menyarankan untuk lanjut ke Madrasah Aliyah, yup, saat itu Allah mengizinkan aku menjadi siswi di Madrasah Aliyah Negeri Model Jambi. Harus ada pelajaran agama yang lebih banyak, tidak boleh yang lain.  Sebenarnya bukan tidak mau jadi anak pesantren, tapi karena saat itu pesantren yang dituju tidak memiliki jurusan IPA.

Tahun 2012. Tahun ini yang paling bersejarah dalam hidup perempuan yang bernama Sarni Kurniati. Tahun dimana aku harus mengikhlaskan semuanya, segalanya yang kuperjuangkan, melepas Cita-cita juga membiarkan Bapak pergi meninggalkan rumah sederhana kami. Aku berjuang mati-matian melawan diri sendiri, mendamaikan diri sendiri, dengan memeluk Ibuk lebih lama dan memandang matanya dengan lekat tanpa sekat, kami menangis bersama, bangun disepertiga malam, tidak henti bibir ini mengucap asmaNya. Saat itu, tidak ada yang terpikirkan selain selalu berada di sisinya Ibuk. Jujur, kalau menulis tentang kisah ini lagi selalu saja diawali air mata. Saat seorang hamba merasa jalan yang ia tempuh begitu gelap, tidak tahu harus berbuat apa lagi, lalu ia menyerahkan segala hidupnya pada yang Maha Pemberi Hidup, saat itu lah Allah menyiapkan kado terbaik untuk HambaNya. Karena setelah kesulitan ada kemudahan, setelah kesulitan ada kemudahan.





About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate