Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Melawan Senja Kemarin



By  Sarni Kurniati     12/24/2016 12:43:00 AM    Labels: 

Dear Bihu . . .
Semoga perasaanmu membaik.

Kamu pejuang. Lihatlah, kamu sudah sejauh ini melangkah. Mungkin seperti terlihat berdarah-darah. Jatuh. Terbangun kembali. Bukankah kemarin sudah banyak titik-titik rendah yang kamu lewati? Aku tak pernah meragukan daya juangmu.

Aku akan memanggilmu dokter. Kami, satu kampung, akan memanggilmu dokter. Berharap padamu sugesti kesembuhan dari rupa-rupa sakit. Berharap resep obat mujarab. Kamu berada paling terdepan saat kami panik akan penyakit-penyakit menakutkan. Kamu memimpin kami untuk sehat. Kami mengandalkanmu. Kami tak akan meragukanmu.

Siap?

Ahh. Kamu cengeng juga. Sama seperti diriku. Kenapa tiba-tiba nyerah? Kenapa tiba-tiba hilang semangat? Bukankah sebelumnya kamu terlihat menggebu ingin tahu ilmu ini? Aku tak meragukan kemampuanmu.

Kau boleh mengambil mataku. Sungguh.

Seribu kata-kata mungkin tak mampu mengurai perasaanmu. Mungkin terlalu rumit di sana. Hingga kamu merasa cukup. Hingga tiba-tiba ingin menyudahi mimpi. Isak. Pilu. Kecamuk lelah. Hingga mungkin kamu terpikir tak ada yang melihat, peduli, dan merasakan juangmu. Mungkin kamu berpikir semua orang hanya menikmati yang kamu peroleh tanpa mau tahu prosesnya.

Bukankah kamu sudah mengajariku banyak hal? Kamu menulariku semangat. Mengejar mimpi. Cara bertahan di tanah rantau. Cara berbagi. Cara pulang. Memperdengarkan cara berbisik, berpuisi. Memperlihatkan bagaimana cara diam yang baik. Bagaimana memulai. Bagaimana memilih. Menentukan keputusan. Belajar dari masa lalu untuk esok. Mempunyai prinsip hidup. Mengingatkan untuk menjadi calon ayah yang baik. Memetik bunga. Memanjakan wanita. Membawaku merenung saat senja dan hujan. Mengajak mencari banyak lentera. Mengajariku tentang kesabaran. Dan hal-hal yang membawaku menghargai arti keberadaanku saat ini.

Kamu harus kuat. Usah meragu. Kamu bisa melewatinya. Menaklukkan masa-masa melelahkan. Karena kamu baik. Karena anggun pribadimu. Karena kamu pejuang. Aku mengenalmu. Aku tak meragukanmu.

Suatu saat dimana aku tergeletak melawan sakit, mungkin kau yang akan memberiku semangat hidup. Melarang keras untuk tidak makan jengkol lagi. Mungkin aku akan menjadi pasien yang menyebalkan akan obat-obat pahit yang kamu anjurkan.

---------

Tulisan diatas seperti peluru bagi saya, sungguh dia adalah sahabat terbaik. Setiap kali menyerah, setiap kali terjatuh, ia selalu menyambut dengan tulisan yang menguatkan. Setiap kali ingin menangis, saya datang kepadanya, meskipun hanya mendengarkan tangisan ini. 

"Semakin hari sepertinya semakin sulit bagimu, Bihu. Tapi jangan menyerah."

About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate