Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Out Of The Box



By  Sarni Kurniati     12/21/2016 07:59:00 AM    Labels:, 
Barangkali diri ini terlalu dimanjakan, hanya senang mengerjakan hal-hal santai, enggan menyelesaikan yang rumit.

Salah seorang teman mendapatkan laporan kasus dengan diagnosa pasien meningoensefalopati, yang diawali dari demam typoid. Pasien ini memang sudah dirawat hampir 1 bulan, dan ia baru mengikuti perkembangannya selama 1 minggu, dengan alasan tidak mengikuti perkembangan pasien dari awal, ia memilih untuk mundur dan mencari pasien lain untuk dijadikan laporan kasus di stase yang berbeda dg saya. Saya menawarkan untuk membantu, berhubung pasien ini adalah  pasien saya dari awal masuk stase anak, tidak sepenuhnya menjadi pasien saya dari awal, tapi sedikit banyaknya saya tahu perkembangan pasien ini. Tapi sayang sekali, dia sepertinya memang sudah menyerah sebelum mencoba menyelesaikan yang menurutnya rumit. 

Sementara saya mendapatkan laporan kasus dengan diagnosa pasien yang berderet, yaitu anak laki-laki umur 2,5 tahun di diagnosis TB, HIV/AIDS, Diare Kronik, Gizi Buruk, Anemia ac. Malnutrisi, Kandidiasi Oral. Teman sejawat laiinnya dapat lapkas cukup dengan satu atau dua diagnosa, tapi saya mendapatkan pasien dengan diagnosa seabrek. Komplit ditambah dokter konsulennya yang kiler. Tahajud setiap hari pun tidak akan mengubah ia menjadi konsulen paling baik kalau saya tidak bisa menjawab dengan tepat berikut titik dan komanya. Dari awal saya tertarik dengan kasus TB anak, tapi gak nyangka ternyata dapat lebih dari itu, semakin banyak membaca, semakin tertarik dengan kasusnya, juga mengubah niat saya dari "demi lulus" menjadi "demi ilmu dan pasien" saya harus mengurangi waktu santai, tidur kurang dari 5 jam, sering lupa makan, dan begitu banyaknya pengeluaran untuk fotocopy textbook. dan besok adalah jadwal saya bimbingan dengan dokter konsulen, doakan saya ya.... semoga ilmunya semakin banyak, semakin berkah...

Satu minggu yang lalu, saat ada jadwal operasi SC dengan kondisi bayi lahir prematur + asfiksia berat . Saya bersyukur sebagai dokter muda yang membantu  dokter spesialis anak melakukan resusitasi jantung paru pada neonatus dg nilai apgar score 1/5, down score >7. Untuk pertama kalinya bagi saya menghadapi bayi baru lahir dengan kondisi asfiksia berat + kelainan kongenital.  Karena selama ini menangani bayi lahir dg kondisi normal. Padahal awalnya saya takut sekali, entah kenapa saat mendengar suara rintihannya yang sesekali, rasa takut berubah jadi haru. Menurut dokter kemungkinan kecil bisa tertolong ,bayi masih sempat dirawat dengan bantuan ventilator mekanik, 4 jam kemudian, sang bayi meninggal. 
 

"Rasa takut itu hanya bisa dikalahkan dengan meluluhkannya. Rasa takut akan selalu ada, hanya saja keberanianmu menaklukkannya harus lah lebih besar dari rasa takutmu."  -Sakurasarni


About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate