Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Menemukan Jawaban



By  Sarni Kurniati     12/08/2016 06:26:00 AM    Labels: 
Semakin hari akan semakin sulit,  menjadi bagian dari sepersekian juta mereka yang memimpikan posisi ini. Semakin hari tantangan kian membuatku takut, tapi tidak menciutkan nyali. Aku masih dengan segenap raga menghadapi tantangan di jalan ini, memeluk pagi yang dingin, tanpa jeda kaki terus melangkah. Tanpa jera perasaan terus diikuti dengan ketakutan. Entah dari mana berasal perasaan yang menakutkan itu. Masih terus bertanya-tanya, dan menunggu jawaban dari waktu. Pagi semakin gigil merayu kedua mata untuk terpejam. Tubuh meringkuk memeluk dinding yang dingin. Kapan aku terbebas dari sini? Aku ingin pulang. Pulang ke rumahku sendiri. Rumah tanpa sandiwara. Rumah dengan pintu yang ramah, jendela yang hangat. 

Musim telah berganti, tapi aku masih belum beranjak dari sini.

“Selama kamu tidak berdamai dengan dirimu sendiri, dengan segala perasaan yang berkecamuk dalam dirimu, selamanya kamu tidak akan beranjak dari sana.”

“Belajarlah mengenal diri sendiri, Ra.”

Aku menatap kedua tanganku.

“Seandainya aku datang lebih awal, mungkin tangan ini masih bisa menolongnya.” Lirihku

“Secepat apapun kamu berlari mendatanginya, takdir Tuhan akan selalu berada lebih awal dari langkahmu. Secepat dan sekuat apapun kamu.“
"Aku tidak bisa melakukannya dengan baik," batinku.

Dia meletakkan secangkir air dihadapanku.

"Aku sengaja menyimpannya, barangkali ini bisa meringankan beban di kepalamu. Tiga tahun bukan waktu yang singkat. Tiga tahun pula aku hanya menatap cangkir ini, selalu terbayang wajahmu yang basah."

Aku mengernyitkan kening. Menatap cangkir yang terisi setengah air keruh.

"Apa yang berubah dari secangkir air ini selama berada ditanganmu?"

"Aku meletakkannya di dekat jendela, takut airnya menguap lantas mengering, aku menutupnya dengan kertas bening dan mengikatnya dengan karet. Setiap kali melihat cangkir ini, aku merasa cangkir ini kehilangan tuannya tiga tahun yang lalu ia tinggalkan di meja, serta secarik pertanyaan teka-teki dan hanya pemiliknya lah yang tahu jawabannya. Tiga tahun, airnya masih utuh walau sedikit keruh."

 "Apa yang harus kita lakukan dengan secangkir air ini agar kamu bisa menemukan jawabannya?"

Aku diam. Sunyi menjadi tuan. Atap masih terdengar melantunkan gerimis.

"Kamu tahu, Ra? Selama 3 tahun, secangkir air ini telah memberi kehidupan bagi yang lain." 
 
"Bagaimana bisa?" Aku menoleh kearahmu.

"Kamu ingin mendengar kisah pejuangmu ini?" Aku mengangguk.

"Kisah yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali padanya."

Kamu melebarkan kedua lenganmu yang kusambut dengan pelukan hangat. Selama 3 tahun lamanya, perjalanan yang tidak semua orang tahu dan mampu memahaminya, tapi kamu diam-diam memahaminya dengan baik.    

***




About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate