Kan, kamu nggak baca lagi kan suratku. Aku tahu kamu nggak baca soalnya kamu nggak sempat. Nggak menyempatkan maksudku. Padahal aku nulisnya nggak mudah. Apa susahnya sih baca? Surat-surat yang nggak sampai padamu itu seperti rindu. Yang kian lama kian bertumpuk jika tak diobati dengan temu. Kamu tau kan rasanya merindu? Atau memang kamu belum pernah merasakannya?
Aku doakan, kalau besok-besok kamu rindu sama seseorang, semoga jalanmu mudah. Nggak perlu susah-susah kaya aku yang nyimpen semuanya sendirian.

Ternyata, jatuh cinta butuh energi besar ya. Kalau ikut perasaan, aku bakal kaya gini terus. Terseok-seok. Karena aku nggak bisa ketemu kamu buat ngobatin rindu, maka aku cari obat yang lain.
Aku sudah memutuskan. Cukuplah kubuang waktuku percuma. Meratapi kenapa suratku nggak sampai, kenapa rinduku makin menggebu, atau kenapa kok aku menyimpan semua perasaanku sendiri.
Energi yang kugunakan selama ini, kenapa enggak aku gunakan untuk yang lain. Yang bermanfaat misalnya. Bolehlah aku kirim kabar sesekali, tapi nggak gila lagi seperti ini. Mending waktu dan tenaganya aku buat untuk baca buku, atau ikut kegiatan. Nunggu kamu bertahun-tahun nggak ngapa-ngapain kan bisa aku sambil bikin start up. Ahaha XD. Atau sambil nulis-nulis karya ilmiah. Atau sambil riset. Daripada aku bikin riset tentang kedalaman perasaanku yang hanya hipotesis dan nggak kunjung ada metode penelitiannya kan?

Mending aku konsul sama guru besar. Buat riset ilmiah. Eh atau aku mau ikut jadi relawan aja! Kelihatannya seru.

Pokoknya, nggak lagi aku nangis-nangis. Nggak lagi. Kamu aja bisa melakukan apa-apa. Aku juga mau seperti itu.
Ini mungkin surat rinduku yang terakhir. Besok-besok entah kapan, aku kirim surat lagi. Surat kabar, disitu ada artikel soal aku. Kamu suka baca surat kabar kan? Nah ya, biar kamu baca.

Kalau kamu kangen sama aku dan surat-suratku, bilang aja. Langsung. Nggak usah surat-suratan. Nulis surat itu gayaku, kamu nggak boleh tiru-tiru. Kamu tulisnya surat lamaran kerja aja. Ha. Biar pas ke rumah, ayahku tambah percaya kalau kamu udah ada kerjaan.

Daah. Sampai ketemu. Di kekerenan kita masing-masing. Aku udah resign jadi dramaqueen.

Salam,
Yang mau menyulap rindu jadi sesuatu.

--------

Ini tulisan mbak Apik| https://ajinurafifah.tumblr.com/
sengaja dicopas buat ngingatin diri sendiri.