Catatan Harian Sakura

Karena dengan menulis, segala bentuk kebaikan tidak akan berhenti di depan matamu
Follow Me

Menuntut dan Menuntun Anak



By  Sarni Kurniati     2/14/2018 05:40:00 AM     
Setiap orang tua mempunyai cara yang berbeda mengasihi anak-anaknya. Ada yang mendidik dengan lembut, tapi ada juga dengan disiplin yang kuat. Entah bagaimana kalian mendidik anak-anak kalian untuk menjadi orang yang bermanfaat. Dengan menjadi contoh atau mencari contoh yang lain untuk dijadikan panutan. Satu hal yang sering dilupakan orangtua, anak-anak kalian akan menjadi dirinya sendiri, menempuh jalannya sendiri, jatuh dan bangkit dengan caranya sendiri. 

Mereka bukan tempat pelampiasan keinginan kalian. Memaksakan kehendak harus begini dan begitu, harus melebihi orang tua dan keluarga, tidak ada yang salah, hanya cara yang baik bukan hanya menuntut tapi juga menuntun. Menjadi anak juga bukan hal remeh temeh, menjadi sarjana juga gak gampang, mencari pekerjaan apalagi, lamaran ditolak berkali-kali, ujian demi ujian tapi belum juga lulus, apakah setiap kegagalaan mereka kalian ada memberikan dukungan? Tidak, kalian justru menyalahkan atas kegagalan yg mereka alami, bukan kah itu lebih menyakitkan daripada kegagalan itu sendiri? Tidak heran jika anak-anak lebih nyaman berada diluar daripada dipangkuan orangtuanya, mungkin salah satunya karena orang tua enggan merangkul, mengenggam tangan anak-anaknya dikala jatuh. Satu-satunya penerang mereka telah padam. Jangan salahkan kalau anak-
anak kalian mencari penerang yang lain. 

Anak juga memiliki hak atas orangtuanya, bukan hanya orang tua kepada anaknya. Melalaikannya adalah jalan untuk menghancurkannya, na'udzu billah.

"Barangsiapa yang dengan sengaja tidak mengajarkan apa yang bermanfaat bagi anaknya dan meninggalkannya begitu saja, berarti dia telah melakukan suatu kejahatan yang sangat besar. Kerusakan pada diri anak kebanyakan datang dari sisi orangtua yang meninggalkan mereka dan tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban dalam agama berikut sunnahnya. "(Ibnu Qayyim al-Jauziyah)

"Anak adalah amanat di tangan kedua orangtuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dipahat dalam bentuk apa pun, mudah condong kepada segala sesuatu. Apabila dibiasakan dan diajari dengan kebaikan, maka dia akan tumbuh dalam kebaikan itu. Dampaknya, kedua orangtuanya akan hidup berbahagia di dunia dan akhirat. Semua orang dapat menjadi guru dan pendidiknya. Namun apabila dibiasakan dengan keburukan dan dilalaikan, pasti si anak akan celaka dan binasa. Dosanya akan melilit leher orang yang seharusnya bertanggung jawab atasnya dan menjadi walinya."(Imam al-Ghazali)

@muniba.mazari


Binjai, Februari 2018.

About Sarni Kurniati

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments:

Post a Comment


Krim Pesan

Name

Email *

Message *

Translate

.

IBX5A8FCDBFEF8FC